MALANG, Tugujatim.id – Jembatan penghubung wilayah Mergosono dan Bumiayu Kota Malang atau yang biasa disebut Jembatan Lembayung Mergosono yang berada di Gang 1 tengah dibangun kembali oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang. Diproyeksikan, pembangunan jembatan tersebut akan selesai pada Desember 2023.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang Dandung Djulharjanto menjelaskan, proyek perbaikan Jembatan Lembayung Mergosono telah dimulai sejak akhir September 2023. Jembatan itu akan diperbaiki secara total mulai fondasi hingga rangka atas.
“Kalau sesuai kontrak, proyek jembatan itu akan selesai Desember 2023. Itu jembatannya akan kami perbaiki total mulai fondasi hingga rangka termasuk atasnya,” ucapnya, Rabu (04/10/2023).
Dandung mengatakan, Jembatan Lembayung yang khusus diperuntukkan pejalan kaki dan dilintasi motor itu memang kondisinya sangat mengkhawatirkan. Sebab, konstruksi jembatan itu sudah mulai rapuh dan harus segera diperbaiki.
“Kondisi jembatan itu rangkanya sudah mulai rusak dan mengkhawatirkan, lantainya juga rawan karena dari kayu. Makanya lantainya akan kami ganti dengan plat bordes yang lebih kuat. Semua akan kami perkuat lagi,” beber Dandung.
Di sisi lain, efek perbaikan Jembatan Lembayung Mergosono itu ternyata membuat ratusan siswa yang biasanya bersekolah dengan berjalan kaki melintasi jembatan itu harus mencari alternatif jembatan lain dan tentunya harus memutar jauh.
Melihat kondisi itu, sejumlah warga dari paguyuban keramba di wilayah Mergosono berinisiatif membangun perahu rakit sederhana dari bambu dengan pelampung tong besar. Hasilnya cukup membantu ratusan siswa yang tinggal di Mergosono dan Bumiayu. Mereka bisa datang ke sekolah dengan waktu yang relatif singkat.
Dari pihak PUPR, menurut Dandung, pihaknya telah menganalisis dampak dari perbaikan jembatan itu. Karena itu, pihaknya memohon maaf harus menutup akses jembatan untuk sementara waktu demi keamanan masyarakat.
“Jadi kami mohon maaf, tapi juga mohon kesadaran warga untuk bisa mencari alternatif jalan lain untuk menyeberang ke sana,” tuturnya.
Adanya pembuatan perahu rakit itu, Dandung menegaskan, pihaknya sama sekali tidak merekomendasikan para siswa melintasi Sungai Brantas dengan menggunakan perahu rakit.
“Kami tidak menyarankan, apalagi kalau nanti musim hujan, ini berbahaya sekali,” ujarnya.
Dandung juga menyampaikan bahwa Pemkot Malang tidak akan memfasilitasi aktivitas masyarakat yang justru berbahaya atau meningkatkan risiko kecelakaan. Terlebih, aliran Sungai Brantas dikenal memiliki aliran yang deras.
“Kami tidak akan memfasilitasi yang justru akan membahayakan masyarakat. Kami hanya bisa menyarankan masyarakat untuk sementara mencari jalan alternatif lain,” ujar Dandung.
Writer: Yona Arianto
Editor: Dwi Lindawati








