SURABAYA, Tugujatim.id – Minat masyarakat Malang Raya terhadap investasi seputar instrumen saham, redaksana, dan obligasi atau surat berharga negara (SBN) mengalami peningkatan pada Juli 2023.
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (KOJK) Malang mencatat, jumlah investor pasar modal dalam Single Investor Identification (SID) pada Juli 2023 mencapai 248.011 SID dan 103.114 SID investor.
“Peningkatan tertinggi masih ada di SID SBN yang mencapai 22.830 SID per 31 Juli 2023 atau ada peningkatan sebanyak 31,00 persen YoY,” kata Kepala KOJK Malang Sugiarto Kasmuri beberapa waktu lalu.
Adanya peningkatan juga ditunjukkan pada jumlah nasabah reksadana yakni 28,16 persen YoY atau 11.701 nasabah pada akhir Juni 2023. Kota Malang menjadi wilayah dengan nilai penjualan reksadana tertinggi yaitu Rp356,81 miliar. Lalu, disusul Kabupaten Malang dengan nilai Rp27,42 miliar.
“Peningkatan rata-rata nilai transaksi saham di Malang Raya sebesar 16,09 persen mtm, lalu di Kabupaten dan Kota Pasuruan 25,73 persen mtm. Sedangkan di Kabupaten dan Kota Probolinggo sebanyak 62,92 persen mtm,” terangnya.
Meski begitu, frekuensi transaksi saham di KOJK saat ini masih menurun yakni 39,34 persen YoY menjadi 497.201 transaksi pada Juli 2023.
Kondisi penurunan juga terdapat pada akumulasi YoY rata-rata nilai transaksi saham yakni 25,18 persen. Namun, dalam perhitungan mtm ada peningkatan 19,26 persen.
“Kami KOJK Malang terus berkomitmen untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan guna mendorong peningkatan literasi dan inklusi pasar modal,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Sugik tersebut memaparkan beberapa kegiatan yang telah didorong oleh KOJK Malang selama triwulan III 2023 yakni sosialisasi investasi kepada milenial mahasiswa FEB di kampus Unisma Malang, talkshow keuangan syariah di Ponpes Al-Hikam Malang, pelatihan, dan perancangan Literasi & Inklusi Pasar Modal bagi 1.500 Muslimat Kota Malang yang juga bekerja sama dengan Unisma Malang, dan masih banyak lagi.
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








