SURABAYA, Tugujatim.id – Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya kembali digelar kembali pada 4-5 Oktober 2023 setelah sempat tiga tahun vakum. Sayangnya, peserta Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya semakin merosot setiap tahun.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini dinamakan Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto-Surabaya atau GJPMS, maka berbeda dengan tahun ini. Gubernur Khofifah resmi mengganti dengan istilah Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya atau GMS.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur M. Ali Kuncoro mengatakan jika alasan pergantian nama tersebut dikarenakan saat ini kata Perjuangan dapat dimaknai sebagai napak tilas.
“Jadi memaknai sebuah perjuangannnya itu dalam konteks secara kebatinan saja. Eranya sudah tidak lagi berjuang, tapi yang jelas ini bagian napak tilas, semangat nasionalisme para pejuang saat itu jadi pengingat kembali,” katanya.
Untuk diketahui, Gerak Jalan Perjuangan Mojokerto Surabaya telah dimulai sejak 1955-1958 dengan rute Pandaan-Surabaya saat itu. Kemudian, pada 1959 berubah rute menjadi Mojokerto-Surabaya.
Sayangnya, kegiatan yang bisa disebut napak tilas sekaligus memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November ini jumlah peserta setiap tahun terus merosot.
Pemprov Jatim mencatat, pada 2016 jumlah peserta bisa mencapai 11.300 orang. Namun, setelah itu terus mengalami menurun hingga 2019.
“Terus terang, dari tahun ke tahun pesertanya menurun. Mulai 2016, data peserta yang kami punya itu peserta mencapai 11.300 terus turun 2019. Pada 2019 paling valid karena sudah pendaftaran online itu di angka 8 ribu, sekarang 7 ribu,” ucap Ali.
Dia menilai bahwa salah satu faktornya adalah kurangnya minat atau antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Selain itu, perbedaan generasi saat ini juga bisa memengaruhi.
“Saya nggak tahu ada koordinasi atau mesti kami potret lagi bahwa generasi yang baru itu kan kalau diajak mlaku itu mager dan baper,” ujarnya.
Diketahui, salah satu upaya Pemprov Jatim dalam menarik kembali minat masyarakat jadi peserta Gerak Jalan Mojokerto-Surabaya tahun ini adalah dengan menghadirkan konser musik tengah malam.
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








