JEMBER, Tugujatim.id – Menanggapi kasus balita yang dicekoki obat keras oleh baby sitter di Surabaya, menuai respons serius dari Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto.
Dia menjelaskan perlunya kewaspadaan orang tua terhadap buah hatinya yang sedang dalam penjagaan orang lain, seperti baby sitter, children center, hingga tempat penitipan anak.
“Ada kontrol langsung dari orang tua masing-masing, jadi jangan sampai lepas tangan, dan jangan lepas tanggung jawab, itu sekadar membantu kita (baby sitter, Red) tetapi tanggung jawabnya tetap berada di orang tua,” jelas Kak Seto pada Rabu (16/10/2024).
Baca Juga: Siapkan Kabinet, Presiden Terpilih Prabowo Subianto Juga Panggil Mantan Rektor UMM
Kak Seto menegaskan, bagi para orang tua, khususnya yang sedang sibuk dengan dengan berbagai agenda di luar rumah untuk tetap memantau buah hatinya secara langsung, seperti memasang perangkat Closed-Circuit Television (CCTV) di rumah.
Seperti fenomena gunung es, kasus pemberian obat keras racikan terhadap balita oleh baby sitter di Surabaya, menuai kecurigaan atas kasus yang lebih besar, seperti sindikat penculikan anak yang telah menuai perhatian dunia internasional.
“Waktu kami mengikuti Mabes Polri ke beberapa negara dan kasus perdagangan anak ternyata juga dialami oleh negara-negara lain. Waktu itu ada di Amerika Serikat, Meksiko, Australia, Thailand, dan sebagainya,” papar Kak Seto.
Baca Juga: 49 Daftar Nama Calon Menteri Dipanggil Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Coba Mulai Kenal!
Dia menegaskan, kasus yang memungkinkan terjadi terhadap anak, menurut para orang tua serta warga masyarakat, agar tetap waspada. Selain itu, peran media dalam menyuarakan gerakan kepedulian dan perlindungan terhadap anak, memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat.
“Melindungi putra-putrinya di rumah, jangan ditinggal-tinggal terus, jangan marah-marah terus, tapi tetap menjadi sahabat anak-anak,” ujar Kak Seto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








