BOJONEGORO, Tugujatim.id – Di tengah derasnya arus modernisasi, ada sebuah komunitas di Bojonegoro yang tetap teguh menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur. Mereka adalah masyarakat Kampung Samin yang mendiami Kampung Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Sumber, Bojonegoro. Komunitas ini dikenal luas karena memegang erat prinsip hidup sederhana, jujur, dan penuh tanggung jawab.
Akar sejarah mereka tidak terlepas dari perjuangan Samin Surosentiko, tokoh karismatik asal Blora yang memimpin gerakan perlawanan tanpa kekerasan terhadap pemerintah kolonial Belanda pada akhir abad ke-19.
Baca Juga: Masjid An Nahda Sumber Bojonegoro, Calon Masjid Samin Baitul Mutaqin yang Memukau
Samin mengajarkan untuk menolak pajak yang dianggap memberatkan rakyat, menolak penindasan, dan tetap teguh pada prinsip kejujuran serta kesederhanaan. Warisan ajaran itu terus dijaga turun-temurun oleh masyarakat Samin hingga kini.
Di Kampung Jepang, kehidupan berjalan dengan ritme yang tenang. Warganya menolak kemewahan berlebihan dan lebih memilih hidup secukupnya. Prinsip “ora ngapusi” (tidak berbohong) dan “ora nyolong” (tidak mencuri) menjadi pedoman hidup sehari-hari. Mereka juga menjunjung tinggi tanggung jawab terhadap pekerjaan, janji, sesama, dan lingkungan.
Gotong royong menjadi napas kehidupan sosial mereka. Ketika ada warga yang membutuhkan bantuan, semua akan turun tangan tanpa pamrih. Nilai kebersamaan ini menjadi perekat yang membuat mereka kuat menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri.
Bagi pengunjung, perjalanan ke Kampung Samin bukan sekadar wisata budaya. Ini adalah pengalaman belajar tentang arti hidup sederhana, kejujuran tanpa kompromi, dan tanggung jawab yang menyeluruh. Dari Desa Margomulyo, pesan moral itu mengalir—mengajarkan bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan nilai-nilai luhur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mulyono (kontributor)
Editor: Dwi Lindawati








