MALANG, Tugujatim.id – Peningkatan jumlah kasus baru Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Malang, Jatim, terjadi selama Januari-November 2025 sebesar 3,8 persen. Kasus baru HIV ini naik dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Ada 421 kasus baru HIV yang ditemukan selama Januari-November 2025. Sementara Januari-November 2024, ada 405 kasus baru. Usia penderita terbanyak di rentang 25-49 tahun.
Angka ini yang ditemukan di Kabupaten Malang, tapi tidak terbatas pada warga Kabupaten Malang. Data tersebut termasuk warga luar daerah penderita HIV yang mendapatkan layanan kesehatan di Kabupaten Malang.
Baca Juga: Dinkes Kota Malang: Hasil 17 Ribu Screening 355 Orang Positif HIV/AIDS
Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang Chairiyah mengatakan, tren kasus HIV naik turun setiap tahun.
“Semakin banyak kasus baru HIV ditemukan dan menjalani pengobatan, maka akan menurunkan infeksi baru,” terang Chairiyah, belum lama ini.
Penularan penyakit disebabkan Humas Immunodeficiency Virus (HIV) ini melalui berbagai cara:
- Hubungan seksual.
- Dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan atau menyusui.
- Melalui darah saat transfusi, tertusuk jarum, atau pemakaian jarum bergantian.
Penularan paling utama karena hubungan seksual berisiko. Biasanya hubungan seksual terjadi pada hubungan laki-laki seks laki-laki (LSL), wanita pekerja seks (WPS), pelanggan pekerja seks, pasangan risiko tinggi (risti), dan pasangan orang dengan HIV (ODHIV).
Penularan paling banyak di Kabupaten Malang ditemukan karena infeksi seksual. Perilaku seksual berisiko semakin meningkat dan stigma masyarakat mengakibatkan penderita takut untuk periksa sehingga terlambat diketahui.
“Rendahnya pengetahuan soal pencegahan dan dampak penyakit dapat membuat peningkatan kasus,” terang Chairiyah.
Upaya Pencegahan dari Dinkes Kabupaten Malang
Untuk mencegah penularan, Dinkes Kabupaten Malang melakukan berbagai upaya. Di antaranya, sediakan kondom, skrining dan pengobatan infeksi menular seksual, alat suntik steril, dan terapi rumatan metadon untuk populasi kunci seperti transgender, LSL, PSP, penggunaan narkoba suntik, dan warga binaan pemasyarakatan.
Dinkes Kabupaten Malang juga berupaya mencegah HIV dari ibu ke anak dengan cara deteksi dini pada ibu hamil, bayi, dan penanganan kasus positif. Upaya lainnya memberi kekebalan infeksi Humas Papiloma Virus (HPV).
Chairiyah mengimbau masyarakat untuk ikut berjuang dalam mencegah penularan HIV. Beberapa hal yang bisa dilakukan dengan tidak mendiskriminasi penderita HIV, tidak menjauhi penderita HIV, melakukan tes secara sukarela apabila merasa berisiko.
“Jauhi penyakitnya, bukan jauhi orangnya,” tutup Chairiyah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Dwi Lindawati








