Kebakaran Kandang Ayam di Kediri, 5.500 Ekor Ayam Mati Terpanggang - Tugujatim.id

Kebakaran Kandang Ayam di Kediri, 5.500 Ekor Ayam Mati Terpanggang

  • Bagikan
Puing-puing kandang ayam di Ngadiluwih, Kediri yang hangus akibat kebakaran yang disebabkan karena korsleting listrik. Sebanyak 5.500 ekor ayam hangus terpanggang akibat kejadian ini. (Foto: Rino Hayyu/Tugu Jatim)
Puing-puing kandang ayam di Ngadiluwih, Kediri yang hangus akibat kebakaran yang disebabkan karena korsleting listrik. Sebanyak 5.500 ekor ayam hangus terpanggang akibat kejadian ini. (Foto: Rino Hayyu/Tugu Jatim)

KEDIRI, Tugujatim.id – Kebakaran dua kandang ayam di Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, mengakibatkan 5.500 ekor ayam hangus, Senin (16/8) pagi. Kejadian ini menyebabkan kerugian sebesar Rp 530 juta bagi Suwito dan Fanani, pemilik kedua kandang tersebut.

Kebakaran ini mulanya diketahui Masrurin, tetangga korban, ketika membersihkan pekarangan di belakang rumah. Ia melihat adanya kepulan asap dari arah persawahan yang berada di seberang rumahnya. Masrurin pun langsung menduga kepulan asap itu berasal dari kandang milik Suwito yang berada di tengah sawah.

“Saksi yang mengetahui langsung memberitahu pemilik kandang,” ungkap Kapolsek Ngadiluwih, AKP Iwan Setyo Budi.

Puing-puing kandang ayam di Ngadiluwih, Kediri yang hangus akibat kebakaran yang disebabkan karena korsleting listrik. Sebanyak 5.500 ekor ayam hangus terpanggang akibat kejadian ini. (Foto: Rino Hayyu/Tugu Jatim)
Puing-puing kandang ayam di Ngadiluwih, Kediri yang hangus akibat kebakaran yang disebabkan karena korsleting listrik. Sebanyak 5.500 ekor ayam hangus terpanggang akibat kejadian ini. (Foto: Rino Hayyu/Tugu Jatim)

Ia menjelaskan bahwa kandang tersebut terbuat dari bambu dan welit atap galvalum dengan ukuran sekitar 7 x 90 meter dan 7 x 54 meter yang berisi ayam doff sebanyak 5.500 ekor. Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan 3 mobil pemadam kebakaran milik Pemkot Kediri dan Pemkab Kediri.

“Ada tiga mobil pemadam baru bisa padam apinya,” imbuhnya.

Kebakaran sangat cepat menyebar dikarenakan angin yang berembus kencang. Sehingga, api dengan cepat membakar seluruh kandang tersebut.

Berdasarkan penyelidikan lapangan dan pemeriksaan saksi, Iwan beserta petugas pemadam, menduga kebakaran tersebut terjadi karena korsleting listrik dari mesin blower atau kipas pendingin yang ada di kandang tersebut.

“Dari lidik api muncul diduga dari mesin kipas yang korslet,” pungkasnya.

  • Bagikan