TUBAN, Tugujatim.id – Kekosongan kepala definitif di Kementerian Haji dan Umrah, persiapan keberangkatan jemaah haji 2026 tetap berjalan. Untuk sementara, seluruh teknis penyelenggaraan haji masih ditangani oleh Kementerian Agama, termasuk Kemenag Tuban.
Plt Kasi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah Kemenag Tuban Imam Bukhori menegaskan, perubahan kelembagaan pada tingkat pusat tidak berdampak pada layanan jemaah di daerah. Semua prosedur tetap mengacu pada aturan yang berlaku.
“Sesuai UU Nomor 14 Tahun 2024, aset dan SDM memang akan diminta oleh Kementerian Haji dan Umrah. Tapi untuk saat ini seluruh persiapan tetap berjalan di bawah Kemenag,” ujarnya.
Baca Juga: Biaya Haji Jatim Lebih Tinggi, Jemaah Tuban Harus Siapkan Dana Rp60,6 Juta
Sementara itu, dia mengatakan, pelunasan biaya haji untuk pemberangkatan 2026 sudah resmi dibuka. Jadwal pelunasan berlangsung 23 November hingga 24 Desember 2025 dengan syarat wajib yaitu istitaah kesehatan. Tanpa hasil pemeriksaan kesehatan yang menyatakan jemaah layak berangkat, bank tidak diperbolehkan menerima pelunasan.
“Istitaah sekarang menjadi syarat mutlak. Jika belum ada skrining kesehatan, bank pasti menolak pelunasan,” jelas Imam.
Di Tuban, tercatat 1.575 calon jemaah haji (CJH) yang berhak melunasi tahun ini. Namun, jumlah tersebut tidak sepenuhnya bisa melanjutkan proses.
“Dari total 52 jemaah yang masuk daftar pemeriksaan tambahan, kini tersisa 44 karena beberapa dinyatakan meninggal dunia,” bebernya.
Sisanya masih menjalani proses verifikasi kesehatan dan penyelesaian berkas sebelum dinyatakan siap melunasi.
Tenggat Waktu Pelunasan Masih Panjang
Diberitakan sebelumnya, besaran biaya perjalanan ibadah haji (bipih) untuk wilayah Jawa Timur mencapai Rp60,6 juta atau lebih tinggi Rp6,4 juta dibandingkan biaya nasional yang ditetapkan Rp54,1 juta melalui Keppres Nomor 34 Tahun 2025.
Embarkasi Surabaya memang selalu tercatat sebagai yang paling mahal dari 14 embarkasi Indonesia. Menurut Imam, faktor jarak penerbangan menjadi penyebab utama perbedaan biaya tersebut.
Dengan tenggat pelunasan yang masih panjang, Imam mengimbau, jemaah agar tidak menunda proses pembayaran. Dia mengingatkan, antrean di fasilitas kesehatan dan bank biasanya membeludak mendekati batas akhir.
“Silakan dimanfaatkan waktunya dari sekarang, jangan sampai menumpuk menjelang penutupan pelunasan,” ujarnya.
Kemenag berharap seluruh jemaah yang berhak dapat melunasi tepat waktu agar tahap berikutnya, seperti manasik dan pemberkasan, bisa berjalan tanpa hambatan menuju keberangkatan haji 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








