Ketua DPRD Tanggapi Santai Wacana Perubahan Nama Kabupaten Malang - Tugujatim.id

Ketua DPRD Tanggapi Santai Wacana Perubahan Nama Kabupaten Malang

  • Bagikan
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi menanggapi terkait perubahan nama Kabupaten Malang menjadi Kabupaten Kepanjen. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi menanggapi terkait perubahan nama Kabupaten Malang menjadi Kabupaten Kepanjen. (Foto: Rizal Adhi/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Ketua DPRD Kabupaten Malang, Darmadi menanggapi santai wacana perubahan nama Kabupaten Malang menjadi Kabupaten Kepanjen yang dicetuskan oleh Bupati Malang, Sanusi. Sebelumnya, wacana perubahan nama daerah yang hampir berusia 1.261 tahun itu telah dikritik banyak pihak.

Namun, sesama kader dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Malang menilai bahwa pemimpin wajar bila mempunyai mimpi dan wacana terkait daerah yang ia pimpin.

“Seorang pemimpin berwacana adalah sah-sah saja, karena ini juga berkaitan mimpi yang harus dicapai,” ujar Darmadi, Senin (27/09/2021).

Ketua DPRD Kabupaten Malang: Banyak Konsekuensi Bila Kabupaten Malang Berubah Nama

Namun, Darmadi juga mengingatkan akan konsekuensi yang harus dihadapi seandainya wacana ini benar-benar terlaksana.

“Banyak alamat, KTP, hingga ijazah yang haris diganti namanya dari Kabupaten Malang menjadi Kabupaten Kepanjen. Dan ini proses hukumnya tidak pendek,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Malang Sanusi memberikan pernyataan mengejutkan terkait wacana merubah nama Kabupaten Malang menjadi Kabupaten Kepanjen. Sanusi beranggapan bahwa perubahan nama ini cukup penting.

“Ini supaya tidak ada kerancuan antara Kota Malang dan Kabupaten Malang. Lalu dalam PP ibu kota kita (Kabupaten Malang) ada di Kepanjen,” terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (22/09/2021).

Oleh karena itu, ia mengatakan akan segera melakukan diskusi dengan DPRD Kabupaten Malang.

“Untuk daerah wilayahnya tetap. Kalau Malang ibu kotanya Kepanjen tidak pas, kalau Kecamatan Singosari ya Kabupaten Kepanjen nantinya,” tegasnya.

Meski seperti sudah dilontarkan kepada publik, alumni Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 1 Ganjaran ini belum hisa memastikan apakah wacana ini akan terealisasi atau tidak.

“Tergantung kemauan semua pihak, makanya saya gulirkan itu. Jadi, kalau orang mau bepergian akan jelas ke Kota Malang atau Kabupaten Kepanjen,” tandasnya.

  • Bagikan