TUBAN, Tugujatim.id – Kirab Kimsin Kwan Sing Bio Tuban diserbu 30 ribu pengunjung yang memadati kawasan klenteng terbesar se Asia Tenggara, Minggu (03/05/2026), menandai kembalinya tradisi tersebut setelah 8 tahun vakum.
Aroma dupa tercium kuat sejak pagi, dipadukan dengan kepadatan warga yang datang dari berbagai daerah. Tak hanya masyarakat lokal, rombongan dari luar kota juga terlihat memadati halaman TITD Kwan Sing Bio Tuban demi menyaksikan kirab Kimsin secara langsung.
Tradisi ini digelar dalam rangka Kimsin Reunion Festival. Antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak pagi hari, bahkan sebelum kirab dimulai. Banyak pengunjung rela berdesakan untuk mendapatkan posisi terbaik di sepanjang jalur kirab.
Sejumlah titik di sekitar kelenteng tampak penuh sesak. Bahkan, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat akibat membludaknya pengunjung. Meski demikian, suasana tetap kondusif dengan pengamanan dari petugas gabungan.
Kirab diawali dengan penampilan liang liong yang meliuk-liuk di tengah kerumunan, disusul pertunjukan barongsai yang memancing tepuk tangan penonton. Suasana semakin meriah saat iring-iringan tandu yang membawa patung dewa mulai berjalan perlahan.
Belasan patung dewa diarak dalam kirab tersebut. Patung-patung itu didatangkan dari berbagai kelenteng di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Tangerang, Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Purwodadi, Semarang, hingga Bojonegoro.
Tercatat ada 11 peserta yang mengambil bagian dalam kirab tahun ini. Selain itu, pertunjukan tatung juga turut memeriahkan rangkaian acara, menambah daya tarik bagi para pengunjung yang hadir.
Dampak Ekonomi hingga Agenda Lanjutan
Ketua terpilih TITD Kwan Sing Bio Tuban, Go Tjong Ping, mengaku tidak menyangka animo masyarakat begitu besar. Ia menyebut jumlah pengunjung yang hadir mencapai sekitar 30 ribu orang.
“Awalnya kami perkirakan tidak sebanyak ini, ternyata yang datang sangat luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, kembalinya kirab Kimsin setelah vakum cukup lama menjadi momen yang dinantikan masyarakat. Hal ini terlihat dari antusiasme yang tidak hanya datang dari warga Tuban, tetapi juga dari berbagai daerah lain.
Tak hanya menjadi tokoh budaya dan religi, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran puluhan ribu pengunjung mendorong perputaran ekonomi, terutama bagi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.
Pedagang makanan, minuman, hingga suvenir tampak kebanjiran pembeli. Sejumlah pelaku UMKM mengaku omzet mereka meningkat signifikan selama berlangsungnya festival.
“Dari dua hari kegiatan, perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Ini tentu sangat membantu UMKM,” imbuh Go Tjong Ping.
Keberhasilan acara ini membuat pihak penyelenggara berencana menggelar kegiatan serupa dalam skala lebih besar. Agenda lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 6 Agustus mendatang.
Selain itu, sejumlah program rutin juga tengah disiapkan, salah satunya kegiatan fang sheng atau pelepasan burung yang akan digelar setiap bulan pada minggu pertama.
“Kami menyiapkan agenda yang lebih besar lagi ke depan, termasuk kegiatan rutin tiap bulan,” jelasnya.
Kesuksesan kirab Kimsin tahun ini meninggalkan kesan mendalam bagi penyelenggara. Go Tjong Ping bahkan mengaku terharu melihat besarnya antusiasme masyarakat yang kembali meramaikan tradisi tersebut.
“Saya sampai terharu. Ini bukti bahwa tradisi ini masih dicintai dan dinantikan,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Mochamad Abdurrochim








