• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
CEO Tugu Media Group Irham Thoriq (kiri) sedang bersama Mistiani, warga yang terkena gempa Malang. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)

CEO Tugu Media Group Irham Thoriq (kiri) sedang bersama Mistiani, warga yang terkena gempa Malang. (Foto: Rubianto/Tugu Jatim)

Kisah Mistiani saat Terjadi Gempa Malang: Saya Lagi Makan Rujak Tertimpa Bata dan Genteng

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Gempa 6,1 Magnitudo di Malang Selatan masih meninggalkan trauma tersendiri bagi warga Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Lantaran, banyak warga yang harus kehilangan rumahnya karena hancur diguncang gempa yang berpusat di 90 km sebelah barat daya Kabupaten Malang. Tak terkecuali Mistiani yang saat kejadian tengah asyik menyantap rujak bersama anaknya yang tengah hamil.

“Saat gempa, saya sedang duduk di ruang tamu makan rujak bersama anak saya yang sedang hamil. Saat itu langsung panik mau keluar rumah gak bisa, jadi cuma mondar-mandir,” kenangnya saat dikonfirmasi pada Jumat (16/04/2021) usai menerima bantuan sembako dari Tugu Media Group.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Di tengah kepanikan akibat gempa, Mistiani sampai tertimpa batu bata dan genteng rumahnya hingga melukai kepalanya. Untungnya, dia bisa keluar dari rumahnya, lalu beberapa saat kemudian rumahnya langsung roboh.

“Terus waktu sampai depan pintu mau keluar sampai ketimpa batu bata dan genteng kepala saya. Saat saya sampai di luar, debu sudah banyak. Warga sudah berhamburan keluar dan wartawan sudah banyak yang datang,” ungkapnya.

“Waktu saya keluar, rumah itu langsung ambruk rata dengan tanah. Yang parah itu rumah saya dan punya adik saya di belakang rumah,” imbuhnya.

Kini ibu rumah tangga ini berharap agar rumahnya segera dibangun oleh pemerintah setempat.

“Memang dapat rumah sementara katanya Pak Kapolda, moga-moga nanti turun bantuannya bu katanya begitu. Kalau punya saya itu katanya dapat Rp 50 juta. Tapi, untuk kapannya itu belum tahu, katanya tunggu saja gitu,” ujarnya.

“Kayanya juga dibikinkan rumah yang kecil dulu (sementara), nanti kalau sudah ada rezeki dibikinkan rumah seperti sebelumnya,” sambungnya.

Kini setiap hari Mistiani harus tidur di posko pengungsian karena rumahnya sudah hancur.

“Sekarang barang-barang saya ada di rumah anak saya, tapi kalau tidur saya di posko situ. Kalau untuk makan sehari-hari, saya dikasih anak saya yang jadi relawan,” ujarnya.

Donasi yang digalang oleh Tugu Media Group ini sendiri awalnya dimulai oleh Dr Aqua Dwipayana yang langsung menyumbang Rp 10 juta. Donasi tersebut didapat dari hasil penjualan 2 buku terbarunya yang merupakan bagian dari serial Trilogi The Power of Silaturahim dan Humanisme Silaturahim Menembus Batas dan Berkarya & Peduli Sosial Gaya Generasi Milenial.

Bagi para pembaca yang ingin menyisihkan sebagian rezekinya untuk korban bencana gempa Malang, bisa menyalurkan donasi melalui Tugu Media Group dengan mentransfer ke rekening 0115588775 (Bank BCA) atas nama PT Tugu Malang Komunikasindo.

Jangan lupa untuk menambahkan angka 002 ketika mentransfer untuk kode unik dan mudah diidentifikasi. Contohnya jika ingin menyumbang Rp 100.000, maka harap mentransfer Rp 100.002.

Tags: Gempa MalangKabupaten MalangKisah haru gempa MalangKisah warga korban gempaTugu Media Group
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Buku Trilogi The Power of Silaturahim karya Dr Aqua Dwipayana. (Foto: Dokumen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

6.000 Eksemplar Buku Karya Dr Aqua Dwipayana Diangkut dari Jatim ke Semarang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID