• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi.

Ilustrasi. (Foto: Pinterest)

Konflik Rusia-Ukraina Sudah Dimulai Sejak Perang Dunia Pertama

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in Internasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Serangan rudal Rusia ke wilayah Ukraina pada Kamis (23/02/2022) menjadi konflik terbesar antar negara Eropa yang kembali terjadi setelah berakhirnya Perang Dunia II. Tidak hanya serangan udara, di wilayah darat barikade pasukan militer Rusia mulai memasuki perbatasan timur Ukraina di Chernihiv, Luhansk dan Kharkiv.

Sementara dari wilayah laut, tentara Rusia berdatangan ke Kota Odessa dan kota Mariupol di sisi selatan Ukraina. Dilansir dari laman Reuters, sedikitnya ada sekitar delapan warga sipil yang tewas dan sembilan orang luka-luka akibat serangan rudal Rusia.

You might also like

Colony.

Colony Tayang Awal Juni 2026, Film Zombie Korea Terbaru Ini Tembus 4 Juta Penonton dalam Dua Pekan

04/06/2026 10:01 AM
Timnas Indonesia

Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup Berat, Jumpa Jepang hingga Qatar

10/05/2026 11:57 AM

“Putin baru saja melakukan invasi skala besar ke Ukraina. Kota-kota di Ukraina yang damai tengah diserang,” tulis Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba melalui akun Twitternya.

Sejarah panjang konflik Rusia-Ukraina sendiri sudah terjadi sejak perang dunia pertama. Menjelang akhir Perang Dunia 1, sekitar tahun 1917, konflik pertama Rusia dan Ukraina terjadi saat Revolusi Bolshevik.

Serangkaian perang saudara yang brutal kemudian terjadi sebelum akhirnya Ukraina jadi bagian dari Uni Soviet pada Desember 1922. Konflik berlanjut pada tahun 1930. Kala itu ketika pemimpin Soviet, Joseph Stalin mengatur kelaparan yang kini dianggap sebagai genosida dan telah mematikan jutaan orang Ukraina.

Setelahnya, Stalin membawa masuk sejumlah besar orang Rusia untuk mengisi kekosongan penduduk di timur Ukraina. Kesenjangan pun terjadi antara warga Ukraina Barat dengan penduduk Ukraina timur yang cenderung punya ikatan kuat dengan Rusia.

Bahkan saat Perang Dunia II, Ukraina terpecah menjadi tiga kelompok. Beberapa warga Ukraina berjuang membela Jerman, sementara yang lain berjuang demi Uni Soviet. Sedangkan warga barat Ukraina berjuang demi kemerdekaan mereka sendiri.

Meski sempat mereda sejak Uni Soviet runtuh dan Ukraina meraih kemerdekaannya di tahun 1991, konflik dengan Rusia kembali memanas pada tahun 2014.

Dilansir dari laman Independent, pada Maret 2014, Rusia menduduki wilayah semenanjung Krimea di Ukraina setelah presiden Viktor Yanukovych yang pro-Rusia digulingkan oleh massa.

Namun Pemerintah Rusia berdalih upaya ini dilakukan untuk melindungi keselamatan warga keturunan Rusia yang tinggal di Krimea. Konflik Rusia-Ukraina di semenanjung Krimea ini menewaskan lebih dari 14.000 warga sipil.
Meskipun Rusia dan Ukraina sepakat menandatangani perjanjian damai pada tahun 2015, faktanya kesepakatan gencatan senjata berulang kali dilanggar.

Hingga akhirnya konflik kembali memanas pada tahun 2022. Dilansir dari Reuters, dalam pidatonya, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan operasi militer khusus demi melindungi orang-orang dan warga Rusia yang jadi target “genosida” di Ukraina.

“Rusia tidak dapat ketenteraman, berkembang, dan hidup dengan ancaman terus-menerus dari Ukraina.
Kami terus berjuang untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina,” ucap Putin.

Tags: Konflik Rusia-UkrainaPerang DuniaVladimir Putin
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Colony.

Colony Tayang Awal Juni 2026, Film Zombie Korea Terbaru Ini Tembus 4 Juta Penonton dalam Dua Pekan

by Dwi Linda
04/06/2026 10:01 AM
0

Tugujatim.id – Colony tayang di Indonesia akhirnya menjadi kenyataan bagi para penggemar film Korea yang sudah lama menantikan penayangannya di...

Timnas Indonesia

Drawing Piala Asia 2027: Timnas Indonesia Masuk Grup Berat, Jumpa Jepang hingga Qatar

by Mochamad Abdurrochim
10/05/2026 11:57 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Timnas Indonesia dipastikan menghadapi tantangan tidak mudah pada putaran final Piala Asia 2027. Berdasarkan hasil drawing yang...

Keliling dunia naik motor dari Malang

Keliling Dunia Naik Motor dari Malang, Sam HC Siap Tempuh 14 Negara Selama 6 Bulan

by Mochamad Abdurrochim
01/05/2026 4:44 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Aksi keliling dunia naik motor dari Malang bakal dilakukan Heri Cahyono alias Sam HC mulai 2 Mei...

Taiwan

Di Antara Kepentingan dan Persepsi: Tantangan Indonesia dalam Menyikapi Isu Taiwan

by Darmadi Sasongko
30/04/2026 6:35 PM
0

Arief Putra Wijaya, Alumni Universitas Indonesia - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Penulis juga seorang Pengamat Politik dan Hubungan...

Next Post
Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji (tengah), didampingi oleh Wakil Wali Kota Malang, Ir H Sofyan Edi Jarwoko (kiri) dan Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso (kanan) saat mengisi kegiatan Forum Lintas Perangkat Daerah, Kamis (24/2/2022).

Beri Arahan Forum Lintas Perangkat Daerah, Wali Kota Malang: Saya Tidak Butuh Superman tetapi Superteam

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID