JEMBER, Tugujatim.id – Dalam upaya mengoptimalkan pencapaian prestasi terbaik di ajang Pekan Olimpiade Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025 yang berlangsung di wilayah Malang Raya, tim kontingen Kabupaten Jember tengah mempersiapkan strategi komprehensif.
Fokus utama diarahkan pada penyediaan fasilitas pendukung berkualitas yang mencakup tempat menginap, sarana transportasi, serta asupan gizi yang tepat bagi para atlet. Pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jember Sutikno menekankan urgensi pemilihan lokasi akomodasi yang berdekatan dengan arena kompetisi.
Baca Juga: Update Porprov IX Jatim 2025, Atlet Hapkido Paling Pertama Berlaga di GOR Kanjuruhan
Menurut pandangannya, jarak tempuh yang panjang berpotensi menguras stamina atlet sebelum mereka berkompetisi.
“Apabila para atlet telah kehilangan tenaga akibat perjalanan jauh, ditambah dengan kondisi psikologis yang menurun, maka target meraih medali emas bisa berubah menjadi hanya meraih medali perunggu saja,” terang Sutikno saat ditemui di sela-sela rapat koordinasi di Kantor Dispora Jember, Selasa (10/06/2025).
Dia mengingatkan pentingnya belajar dari pengalaman Porprov Jawa Timur VIII tahun 2023 yang diselenggarakan di Sidoarjo. Pada event tersebut, terdapat beberapa cabang olahraga yang mengalami kendala akibat jarak akomodasi yang terlalu jauh dari lokasi pertandingan.
Tidak hanya masalah jarak, kualitas penginapan yang dipilih saat itu juga dinilai belum memenuhi standar yang diharapkan.
“Kami tidak boleh mengulangi kesalahan serupa. Seluruh pihak memiliki tanggung jawab besar untuk mengharumkan nama Kabupaten Jember sehingga setiap cabang olahraga wajib mempersiapkan segala aspek dengan maksimal,” tegasnya.
Pengurus Imbau Perhatikan Kebutuhan Atlet secara Detail
Tidak hanya soal tempat menginap, Sutikno juga mengimbau para pengurus untuk memperhatikan kebutuhan detail yang mungkin terlihat sepele namun memiliki dampak signifikan terhadap performa atlet.
Layaknya air minum terbatas, yang menjadi bahan evaluasi dipageralar sebelumnya.
“Bagi pengurus, air minum mungkin dianggap hal remeh, tetapi bagi atlet ini adalah faktor krusial yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka saat bertanding. Pada tahun sebelumnya terjadi kekurangan pasokan air minum, sehingga hal ini harus menjadi catatan evaluasi agar tidak berulang,” jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, Sutikno menekankan pentingnya koordinasi yang solid antara para ofisial dengan tim pendamping yang terdiri dari perwakilan KONI dan dinas pemuda dan olahraga (dispora). Tim pendamping ini memiliki tanggung jawab memastikan terpenuhinya seluruh kebutuhan setiap cabang olahraga, mulai dari urusan transportasi hingga penyediaan makanan.
“Dalam waktu dekat, kami akan membentuk grup komunikasi WhatsApp khusus untuk keperluan porprov ini guna memastikan koordinasi dapat berjalan dengan lancar,” pungkas Sutikno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








