Konsep Wisata di Kota Batu jadi Rujukan Pemkot Bukittinggi

  • Bagikan
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso memberikan penjelasan atas konsep konsep pembangunan wisata Kota Batu. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso (Foto: Diskominfo Kota Batu)

BATU, Tugujatim.id – Warga Malang Raya khususnya Kota Batu boleh berbangga. Sebab, konsep wisata di Kota Wisata Batu kini jadi percontohan kota-kota lain di Indonesia, salah satunya yakni Bukittinggi. Di mana Wali Kota Bukittinggi melakukan kunjungan ke Balai Kota Among Tani, Kota Batu untuk membahas hal tersebut, Kamis (1/4/2021).

Dalam kunjungan kerja itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi mengkaji kemajuan Kota Batu dalam mengembangkan pariwisatanya. Selain itu, Pemkot Bukittinggi juga menggali konsep pembangunan, pengembangan, cara mengkampanyekan dan pelayanan wisata Kota Batu.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso yang menyambut kunjungan Pemerintah Kota Bukittinggi menjelaskan, pembangunan wisata Kota Batu sangat erat kaitannya dengan kerjasama antara Pemkot Batu, investor, stakeholder dan masyarakat Kota Batu.

Sementara keterlibatan stakeholder dan masyarakat menjadi pilar utama pembangunan pariwisata tersebut. Selain itu, potensi potensi pariwisata disetiap wilayah juga menjadi fokus utama pengembangan wisata Kota Batu.

“Kami mengundang investor untuk datang ke Kota Batu. Kami juga mensosialisasikan dan berdiskusi dengan masyarakat secara langsung melalui Pemerintah Desa untuk pembangunan yang dilakukan,” ucapnya.

Pemerintah Kota Batu juga bekerja sama dengan kelompok kelompok tani dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan demi menciptakan wisata alam dengan tetap mengedepankan kelestarian alam.

“Media sosial juga sangat berperan dalam mempromosikan potensi yang ada di Kota Batu. Sinergi bersama dinas terkait, Kota Batu bisa lebih banyak dikenal oleh masyarakat luas,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar menyebutkan, geografis Kota Batu dan Kota Bukittinggi tak jauh berbeda. Dikatakan, suasana alam dua kota itu pun juga hampir sama.

“Udara disini mirip dengan di Bukittinggi. Kami juga punya 3 kecamatan, sama seperti disini. Kami melihat kunjungan pariwisata sebelum pandemi 7 juta lebih. Kami ingin berdiskusi untuk penguatan konsep pariwisata di Bukittinggi,” ungkapnya. (M Soleh/gg)

  • Bagikan