• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ledakan Petasan

Satreskrim Polres Jombang dalam proses pemeriksaan TKP Ledakan Petasan di Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo (Foto: radarsurabaya.jawapos.com)

Kumpulan Peristiwa Ledakan Petasan Selama Ramadan di Jatim: Anak di Bawah Umur Jadi Korban Hingga Merenggut Nyawa

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
3 months ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jawa Timur, Tugujatim.id – Rentetan Peristiwa Ledakan Petasan Selama Ramadan 2026 mewarnai di berbagai wilayah di Jawa Timur. Insiden ini mengakibatkan berbagai kerusakan properti, korban luka-luka hingga hilangnya nyawa korban.

Berikut kumpulan Peristiwa Ledakan Petasan selama Ramadan 2026 yang terjadi di berbagai wilayah di Jawa Timur:

You might also like

Kecelakaan kerja

Kecelakaan Kerja di Pabrik Tuban, Pekerja Terluka Diduga Akibat Ledakan Trafo

07/07/2026 8:00 AM
Rumah warga Dau.

Teror Dini Hari, Rumah Warga Dau Malang Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal saat Penghuni Tertidur

06/07/2026 7:27 PM

Ledakan Petasan Tiga Lokasi di Jombang

Insiden ledakan petasan dialami 5 remaja Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang. Kelimanya mengalami luka bakar cukup serius, hingga salah satu korban harus diamputasi.

Kejadian ini terjadi Jumat (13/3) tengah malam, sekitar pukul 23.30 WIB. Kelima korban sedang merakit petasan di teras rumah salah seorang warga dan kemudian tiba-tiba terjadi ledakan. Kelima remaja tersebut mayoritas masih berada di bawah umur yakni BRA (15), MZT (15), KB (17), WFR (17), dan ARA (18).

Kelima korban mengalami luka bakar dengan keparahan yang bervariasi yang luka bakar 12–30 persen dan memerlukan perawatan intensif. Korban MZT mengalami cidera hancur pada jari tangan kirinya yang harus diamputasi.

Selain memakan korban, ledakan petasan ini juga merusak rumah dengan atap asbes dan kaca jendela yang pecah. Kepolisian telah melakukan olah TKP dan menyita beberapa barang bukti, termasuk palu besi, gunting, batang besi, dan sendok.

 

Selang seminggu, insiden ledakan petasan terjadi di Dusun Godong, Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang. Peristiwa terjadi Jumat (20/3) pukul 16.20 WIB. 3 Remaja menjadi korban dalam ledakan petasan tersebut.

Insiden berawal dari sekelompok anak yang meracik petasan. Saat peristiwa tersebut, korban BY (15) dan FW (15) sedang memasukkan bubuk petasan dalam gulungan kertas, sedangkan korban lainnya, RD (10) memainkan korek api di sekitar petasan.

Percikan api yang dihasilkan dari korek api ddiduga menyambar petasan di dekatnya hingga memicu ledakan. Akibat insiden tersebut, tiga korban mengalami luka bakar dan dilarikan ke Puskesmas Pulorejo.

Karena kondisi luka yang cukup parah, korban akhirnya dirujuk ke RSUD Jombang guna mendapatkan perawatan yang lebih memadai. FW mengalami luka bakar di bagian mata dan kepala, sedangkan BY luka bakar di dada. Sementara itu, RD mengalami luka yang lebih serius di jari tangannya yang mengharuskannya untuk diamputasi.

Akibat ledakan petasan juga mengakibatkan lantai keramik di TKP rusak, plafon jebol, dan kaca jendela pecah. Barang bukti berupa 10 selongsong petasan sisa ledakan diamankan dari lokasi.

Kasus ledakan petasan juga terjadi pada Minggu (22/3) yang memakan korban seorang anak laki-laki berusia 9 tahun. Ibu korban, Devi (39) mendapati anaknya menjadi korban ledakan petasan saat sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar rumah.

Korban dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan perawatan. Pihak rumah sakit kemudian merujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih memadai. Korban mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan dan beberapa luka ringan di kaki.

Tujuh Orang Jadi Korban Ledakan Petasan di Pamekasan

Ledakan petasan terjadi di rumah Midah warga Dusun Selatan, Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (15/3) sore. Ledakan terjadi karena puntung rokok yang dipegang korban Budianto (24) secara tidak sengaja jatuh ke dalam satu kilogram bubuk petasan.

Akibatnya muncul ledakan hebat dan menyebabkan korban mengalami luka berat. Korban Budianto pun harus kehilangan kaki kanannya dan patah tulang bagian mata kaki.

 

ledakan petasan
Kondisi rumah yang terdampak ledakan petasan di Pamekasan (Foto: detik.com)

 

Keesokan harinya, Senin pukul 20.30 WIB (16/3) kasus ledakan petasan juga terjadi di Dusun Sajum, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Ledakan terjadi di rumah warga atas nama Rofik yang menjadi tempat meracik petasan.

Rumah korban porak poranda dan 5 orang terluka yakni UR (15), Mahes (16), Robi (17), Anam (18), dan Iqbal (21). Seluruh korban dilarikan ke RSUD Pamekasan dan telah mendapatkan perawatan intensif.

Satreskrim Polres Pamekasan mengamankan barang bukti 26 buah petasan berukuran sebesar genggaman tangan orang.

Ledakan petasan juga terjadi tepat di hari Lebaran pada Kamis (19/3) sekitar pukul 16.00 WIB di Dusun Sakola’an, Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Ledakan diduga berasal dari bahan petasan saat hendak diracik oleh korban.

Akibatnya rumah tempat meracik petasan tersebut rusak pada bagian asbes dan kaca jendela pecah. AR, warga setempat mengalami luka bakar serius pada bagian wajah, leher, dada, tangan, kaki, serta luka robek di tangan kanan.

Polisi mengamankan barang bukti berupa serbuk hitam, belerang, serbuk arang, gulungan kertas, mangkok pencampur, kain pengayak dan alat pengepres.

Tragedi Sumbu Pendek Petasan di Blitar

Dua insiden ledakan petasan terjadi di Blitar yang mengakibatkan anak di bawah umur hingga remaja mengalami luka-luka.

Ledakan pertama terjadi di Mushola Arruba’ di Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar pada Selasa pukul 00.30 WIB (17/3). Walaupun penyebab ledakan masih belum bisa dipastikan, namun ledakan diduga saat korban sedang memasukkan bubuk petasan dalam proses perakitan.

Kapolsek Udanawu, AKP Achmat Rochan menemukan barang bukti yang menguatkan dugaan penyebab ledakan yakni barang bukti berupa 4 buah selongsong petasan diameter 4 Cm dan selongsong petasan diameter 8 Cm.

Insiden ini mengakibatkan 2 orang remaja mengalami luka bakar di bagian wajah, dada, tangan dan kaki. Korban MZAF (16) mengalami luka bakar 35 persen dan korban MAP (19) mengalami luka bakar 45 persen. Kedua merupakan warga Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Selain itu, bangunan mushola mengalami kerusakan di bagian atap.

Insiden kedua terjadi tepat di Hari Raya Idul Fitri pada pukul 06.30 WIB, Sabtu (21/3) di Jl. Raya Masjid Tegalrejo, Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Arya (20), mengalami luka-luka di tangan kanannya akibat petasan.

Kapolsek Nglegok, AKP Murdianto mengatakan korban diduga menyalakan petasan dan mengalami malfungsi atau panjang sumbu yang terlalu pendek. Sehingga petasan meledak di tangan korban sebelum sempat dilempar.

Korban langsung dilarikan ke Klinik Puspa Husada dan kemudian dirujuk ke RSU Aminah untuk perawatan yang lebih intensif. Akibat kejadian ini, korban harus menjalani operasi di tangan yang terkena ledakan petasan.

Paket Online Hancurkan Rumah di Kediri

Ledakan petasan terjadi di Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan yang menyebabkan sebuah rumah rusak. Yasin Nawawi (60), pemilik rumah, mengaku tengah beristirahat dalam rumah pada saat ledakan pertama terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.

Saksi mengaku mendengar suara ledakan dari belakang rumah dan seketika memeriksa ke lokasi sumber ledakan. Selang 20–30 menit kemudian, ledakan kembali terjadi, tetapi sumber suara dari depan rumah. Yasin dan tetangganya yang mendengar suara ledakan tersebut segera menjauh dari rumah untuk menghindari ledakan susulan.

ledakan petasan
Kepolisian yang sedang melakukan olah TKP di rumah Yasin Nawawi setelah insiden ledakan petasan (Foto: rri.co.id)

Ledakan diduga disebabkan bubuk petasan. Polisi menemukan sebuah bungkusan plastik hitam yang biasa digunakan untuk pembelian online yang diduga berisi bahan baku petasan. Dua orang dimintai keterangan setelah terlacak melakukan pembelian barang yang diduga penyebab ledakan tersebut.

Ledakan Petasan Makan Korban Jiwa di Situbondo

Insiden ledakan petasan terjadi di Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo pada Rabu (18/2) siang, pukul 12.00 WIB. Peristiwa diduga disebabkan oleh bubuk petasan yang disimpan di dalam sebuah rumah.

Ledakan yang terjadi merupakan ledakan berukuran sedang yang mengakibatkan rumah Ibu Kulsum (60) ambruk. Tidak hanya kerugian material, dilaporkan terdapat 7 korban yang langsung dilarikan ke RSUD Abdoer Rahem Situbondo. Bahkan salah satu korban bernama Supriyadi (50) meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Sedangkan Abdurrahman (15), korban lainnya, mengalami luka bakar di sekujur tubuh yang lumayan parah hingga 90 persen. Setelah dirawat di RSUD Abdoer Rahem Situbondo selama sehari, ia dirujuk ke RSUD Soebandi Jember dan meninggal dunia setelah seminggu dirawat.

5 korban lainnya, Samsul (22), Faiz (20), Riko (25), Fino (25) dan Ibu Kulsum (60) yang sekaligus pemilik rumah sudah mulai membaik dengan perawatan intensif. Total, akibat insiden ini, 2 orang meninggal dunia dan 5 orang mengalami luka bakar dan patah tulang.

4 Pemuda Jadi Korban Ledakan Petasan di Nganjuk

Ledakan petasan juga terjadi pada Senin (9/3) malam di Dusun Jabon, Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk. Insiden ini menyebabkan 4 orang pemuda mengalami luka-luka yakni AB, MA, FF dan SP.

Kronologi kejadian diketahui berawal dari AB, MA, dan FF yang berkumpul di rumah SP untuk mengambil obat mercon. Sebelumnya, mereka sudah mencampur obat tersebut di rumah AB.

Mereka berempat kemudian pergi ke belakang kandang sapi untuk meracik bahan petasan. Diduga karena cara pembuatannya dengan cara dipukul, petasan tersebut akhirnya meledak dan mengakibatkan luka-luka pada keempatnya.

AB dan SP dilaporkan mengalami luka yang cukup serius di bagian perut, wajah dan mata. Sedangkan korban MA dan FF mengalami luka ringan dan dapat melakukan rawat jalan.

Ledakan Petasan di Banyuwangi Bakar Kios Bensin

Pada Rabu (11/3) malam, sebuah kios loak motor di Jl. Ikan Ampala, Lingkungan Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi, terbakar. Walaupun masih berupa dugaan, kebakaran ini diakibatkan oleh percikan petasan.

Didik Sumardi, Ketua RW setempat melihat beberapa anak bermain petasan di sekitar kios sebelum kebakaran terjadi. Ia sempat menegur anak-anak tersebut, sebelum kemudian melihat api dari arah kios.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi juga dikerahkan dan segera datang pada pukul 18.49 WIB. Api segera bisa dipadamkan pada pukul 18.54 WIB dan semua penangan selesai pada pukul 19.18 WIB.

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kios seluas 3×4 meter dan sepeda motor Yamaha Mio Soul milik Sudirman (43) terbakar. Kerugian karena kebakaran ini diperkirakan mencapai 9 juta rupiah.

Remaja Tewas Akibat Ledakan Petasan di Ponorogo

Kasus ledakan petasan kembali merenggut nyawa seorang anak di Kabupaten Ponorogo tepatnya di Dusun Cuwet, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman. Pada Minggu (1/3) sore menjelang berbuka puasa, terjadi ledakan dahsyat dari sebuah rumah milik seorang warga bernama Minten.

Siswanto, warga sekitar yang menjadi salah satu saksi dari kejadian tersebut, mengaku mendengar suara yang sangat keras sekitar pukul 17.15 WIB dan segera bergegas ke lokasi kejadian. Warga sekitar juga ikut keluar setelah mendengar suara ledakan dan mendapati asap putih sudah membumbung.

Setibanya di lokasi kejadian, ia mendapati dua remaja sudah tergeletak dan berlumuran darah. Diketahui korban tersebut bernama Rifa (16) yang berada dalam pelukan ibu dan kakaknya, sedangkan korban lainnya bernama Toni (20).

ledakan petasan
Pihak kepolisian yang sedang melakukan olah TKP rumah warga, Minten, setelah kejadian ledakan petasan di Ponorogo (Foto: jatim.tribunnews.com)

Walaupun sudah bersimbah darah, kedua korban diketahui masih bernyawa. Namun, korban Rifa kehilangan nyawanya di tempat karena terluka parah. Korban lainnya, Toni, mengalami luka bakar serius sebanyak 36 persen dan segera dilarikan ke RSUD Bantarangin untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menurut keterangan dari pihak rumah sakit, luka bakar pada Toni banyak terkonsentrasi pada bagian wajah dan leher. Karena hal ini, pembuluh darah dan saluran pernapasannya mengalami gangguan.

Selama berada di rumah sakit, Toni dibantu oleh alat bantu pernapasan untuk memulihkan kondisinya. Namun, setelah lima hari dirawat di ruang ICU, Toni dinyatakan meninggal dunia pada Kamis pagi (5/3).

Pihak kepolisian juga langsung melakukan tindakan untuk mengetahui penyebab ledakan. Menurut hasil olah TKP dan pemeriksaan luar tim medis yang dilakukan oleh Ident Polres Ponorogo mengungkapkan bahwa insiden ini akibat ledakan petasan seberat 5 kilogram yang mereka rakit sendiri.

Tangan Putus Akibat Ledakan Petasan di Bangkalan

Di Bangkalan, seorang pemuda di bawah umur harus kehilangan tangan kirinya akibat ledakan petasan. Insiden berlokasi di Jl. Raya Martajasah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan pada Kamis (19/3) dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.

Saat itu, korban sedang berkumpul dan bermain petasan bersama teman-temannya. Kemudian, korban hendak mengambil bungkusan yang diduga berisi bubuk petasan mentah dan tiba-tiba meledak saat masih dalam genggamannya.

Insiden tersebut mengakibatkan luka parah pada bagian tangan kiri korban. Korban yang tidak bisa berbuat apa-apa hanya duduk di jalan dengan tangan bersimbah darah, sedangkan warga sekitar segera mencoba memberikan pertolongan dan memanggil bantuan.

Setelah bantuan datang, korban segera dilarikan ke IGD RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. Luka bakar yang parah mengakibatkan tangan kiri korban putus, menambah daftar korban ledakan petasan di Jawa Timur.

Penemu Petasan di Gresik Jadi Korban Ledakan

Tidak sengaja menemukan bubuk petasan di jalan, dua anak menjadi korban ledakan petasan di Gresik. Insiden berlokasi di jalan Dusun Randegansari, Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik pada hari Jumat (20/3) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kedua korban diketahui berinisial AQ (12) dan MAD (11) yang merupakan warga setempat. Saat itu keduanya tengah berjalan di jalan desa dan tidak sengaja menemukan bubuk petasan di jalan.

ledakan petasan
Pihak kepolisian saat berada di rumah korban ledakan petasan yang terjadi di Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik (Foto: radargresik.jawapos.com)

Tidak mengetahui bahaya yang akan mereka hadapi, mereka menutupnya dengan sarung dan menindihnya dengan batu. Kemudian, salah satu dari korban menginjaknya dan tiba-tiba menghasilkan percikan api yang langsung menyambar tubuhnya.

Warga yang melihat kejadian tersebut segera melarikan keduanya ke Rumah Sakit Randegasari. MAD mengalami luka bakar parah di bagian wajah, dada, dan kedua kakinya, sedangkan AQ mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangannya.

Kedua korban selamat, namun harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat ledakan bubuk petasan tersebut.

Rumah Rusak Akibat Ledakan Petasan Jumbo Sampang

Ledakan Petasan terjadi di Kabupaten Sampang yang mengakibatkan kerugian material bagi warga. Peristiwa ini direkam oleh akun TikTok @xyzninjasyg dan telah beredar luas di media sosial. Video tersebut diketahui berlokasi di Desa Pamolaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang dan terjadi pada Sabtu (21/3) pagi hari setelah salat Idul Fitri.

Sebuah petasan rakitan berukuran jumbo digantung di sebuah pohon di ruang terbuka. Seorang pria berinisial M (30) menyalakan petasan tersebut dan terjadi ledakan yang sangat keras hingga terdengar dalam radius 50 meter.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kaca jendela rumah seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi petasan pecah. Akibat ledakan ini, pemilik rumah mengalami kerugian sekitar 2,5 juta rupiah dan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Itu tadi adalah daftar rangkuman ledakan petasan selama bulan Ramadan di Jawa Timur. Dengan adanya insiden di atas, diharapkan masyarakat dapat lebih hati-hati terhadap petasan dan bahan peledak lain yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang sekitar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Penulis: Azmi Azaria Fidaroini

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: lebaranLebaran 2026Ledakan PetasanLedakan Petasan 2026
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Kecelakaan kerja

Kecelakaan Kerja di Pabrik Tuban, Pekerja Terluka Diduga Akibat Ledakan Trafo

by Mochamad Abdurrochim
07/07/2026 8:00 AM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Kecelakaan kerja terjadi di area pabrik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban, Jawa Timur, Senin...

Rumah warga Dau.

Teror Dini Hari, Rumah Warga Dau Malang Diduga Dibakar Orang Tak Dikenal saat Penghuni Tertidur

by Dwi Linda
06/07/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah rumah milik warga di Jalan Melati Nomor 28, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, diduga menjadi...

Truk trailer di Surabaya.

Sopir Ngantuk, Truk Trailer di Surabaya Terperosok lalu Tabrak Pagar Rumah Purnawirawan Polri 

by Dwi Linda
06/07/2026 7:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Sopir truk trailer diduga kehilangan konsentrasi akibat mengantuk di Jalan Raya Banjarsugihan, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, Senin...

Konser Denny Caknan.

21 Penonton Konser Denny Caknan di Surabaya Jadi Korban Kericuhan, 12 Dirawat di RS

by Dwi Linda
06/07/2026 4:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Sebanyak 21 orang menjadi korban dalam insiden desak-desakan saat konser gratis penyanyi Denny Caknan pada gelaran Pesta...

Next Post
UHC

Gus Fawait: Optimalisasi UHC Jadi Kunci Tekan Angka Kematian Ibu dan Stunting di Jember

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID