JEMBER, Tugujatim.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Hadi Mulyono, mengumumkan hasil seleksi awal penerima Beasiswa Cinta Bergema 2025. Dari kuota 8.000 yang disediakan, tersisa 820 slot yang belum terisi karena tidak memenuhi persyaratan administratif.
Kendati demikian, hasil tersebut masih bersifat uji publik, dimana peserta dapat mengajukan sanggahan atas hasil yang diperoleh, sehingga memungkinkan peserta yang belum lolos untuk diterima jika kesalahan terjadi pada penyelenggara.
“Dari kuota yang disediakan sejumlah 8.000 berdasarkan wawancara dan seleksi administratif, menyisakan 820 slot. Ini tidak bisa dipaksakan karena memang tidak memenuhi persyaratan yang dipersyaratkan masing-masing jalur,” ungkap Hadi Mulyono. Minggu (9/11/2025).
Enam Jalur Beasiswa dengan Tantangan Pemahaman
Menurut Hadi, Beasiswa Cinta Bergema menyediakan enam jalur yang dapat diikuti mahasiswa. Namun, karena program ini masih baru, banyak pemahaman dari mahasiswa maupun orang tua yang belum jelas.
Salah satu kendala yang ditemukan adalah adanya jalur yang hampir mirip, seperti jalur guru dan perangkat daerah/desa, serta jalur khusus untuk anak Pegawai Pemerintah Daerah (PPD).

“Banyak calon penerima yang seharusnya masuk jalur khusus, tetapi justru mendaftar di jalur PNS. Akibatnya, dari enam jalur yang tersedia, ada yang tidak tercapai kuotanya,” jelasnya.
Dari enam jalur yang tersedia, hanya dua jalur yang berhasil memenuhi kuota, yaitu jalur afirmasi ekonomi dan jalur khusus. Sementara jalur lainnya masih kurang dari target yang ditetapkan.
Proses Verifikasi Melibatkan Berbagai OPD
Hadi menjelaskan bahwa proses seleksi beasiswa ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memastikan keabsahan data dan menghindari penerima ganda. Proses verifikasi meliputi sebagai berikut.
Verifikasi kependudukan melalui Dispendukcapil untuk memastikan calon penerima ber-KTP Jember.
Verifikasi ekonomi melalui Dinas Sosial untuk mencocokkan data keluarga berdasarkan data sosial ekonomi atau dataset 1 hingga 10.
Verifikasi pembiayaan melalui Puslakdik (Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan) Kemendikbud untuk memastikan tidak ada penerima ganda dari sumber lain.
“Ini adalah kerja dari seluruh tim dengan kewenangan dari beberapa OPD. Pembagian benar-benar memastikan yang menerima adalah warga Jember dan tidak mendapat bantuan ganda,” tegasnya.
Masa Uji Publik Hingga 12 November
Hadi mengumumkan bahwa daftar calon penerima akan dibuka untuk uji publik melalui link yang disediakan. Masa uji publik dan sanggahan dibuka hingga Rabu, 12 November 2025.
“Setelah tanggal 12, tim pokja akan bekerja pada tanggal 13-14 untuk memberikan tanggapan terhadap sanggahan yang masuk. Minggu berikutnya baru diumumkan dan ditetapkan calon penerima resmi,” paparnya.
Hadi menekankan bahwa pengumuman saat ini masih bersifat uji publik, bukan penetapan final. Penetapan resmi baru akan dilakukan setelah terbit SK Bupati Jember.
“Mohon maaf, hari ini yang diumumkan adalah untuk uji publik. Jangan sampai nanti ada yang lulus tapi setelah dicek ulang ternyata tidak memenuhi syarat. Setelah ada penetapan SK Bupati, baru itu benar-benar mahasiswa yang mendapat anggaran dari program Pemkab Jember,” pungkasnya.
Seluruh proses seleksi dapat diakses melalui jejak digital yang telah disediakan untuk menjamin transparansi program beasiswa ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








