MOJOKERTO, Tugujatim.id – Masa operasional haji 1445 Hijriah atau 2024 Masehi memang masih menyisakan waktu beberapa bulan lagi. Dalam rapat kerja Panja Haji pada Rabu (15/11/2023), Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief mengatakan bahwa pemberangkatan jemaah haji akan dimulai pada 12 Mei 2024.
Walau begitu, persiapan pelaksanaan rukun Islam kelima ini tetap berjalan seperti biasa. Seperti total kuota jemaah haii yang berangkat dari tiap-tiap daerah, salah satunya Kabupaten Mojokerto.
Kasi PHU Kemenag Kabupaten Mojokerto, M Zainut Tamam mengungkapkan bahwa kuota haji 2024 tidak berbeda signifikan dari tahun sebelumnya. “Estimasi jumlah jemaah hampir sama dengan tahun lalu, tapi tergantung lagi sama pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Bisa lebih bisa kurang, tapi tidak terlalu signifikan,” katanya, pada Minggu (19/11/2023).
Kuota tersebut, lanjut Tamam, berdasarkan pada kuota haji dari pemerintah Arab Saudi kepada jemaah asal Indonesia. Total kuota dari Arab Saudi kepada Indonesia sejumlah 221.000 jemaah.
Saat disinggung tentang besaran pelunasan BPIH 2024, Tamam belum bisa memastikan lebih lanjut. Sebab, besaran BPIH yang sempat beredar beberapa waktu lalu masih bersifat usulan awal. Maka, perlu kajian lebih lanjut sebelum diputuskan dan ditetapkan untuk pelaksanaan haji tahun depan.
“Sifatnya masih usulan awal. Toh belum disetujui juga oleh DPR RI. Usulan itu karena memperhatikan nilai tukar dengan dollar. Karena masih berpatokan sama mata uang dollar,” terang Tamam.
Sementara itu, isu kenaikan BPIH tampak belum memberikan efek signifikan terhadap minat masyarakat mendaftar haji. Setiap harinya masih terdapat sekitar lima hingga enam orang mengambil porsi haji. “Masih lumayan minatnya. Setiap hari cukup banyak yang mengambil porsi,” tutup Tamam.
Reporter: Hanif Nanda
Editor: Lizya Kristanti








