SURABAYA, Tugujatim.id – Hari pertama malam Lailatul Qadar, kompleks makam Sunan Ampel Surabaya dipenuhi ribuan peziarah pada Rabu dini hari (12/04/2023). Mereka pun tampak khusyuk berdoa di malam istimewa ini.
Melalui pantauan Tugujatim.id, pada Selasa (11/04/2023), pukul 22.00 WIB, para peziarah memenuhi kompleks makam Sunan Ampel mulai dari gerbang pintu masuk gang pasar hingga area makam.

“Peziarah sama orang-orang yang i’tikaf mulai berdatangan sejak sebelum Magrib, banyak yang ikut salat Tarawih tadi. Biasanya sampai Subuh ramainya,” kata Koordinator Tim Keamanan Makam Sunan Ampel Munif pada Rabu (12/04/2023).
Munif menuturkan, jumlah pengunjung makam Sunan Ampel saat malam Lailatul Qadar hari pertama sekitar 10 ribu-13 ribu orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Dia tidak menyebutkan secara pasti terkait persentase penurunannya.

“Kira-kira lebih dari 10 ribu-13 ribu orang yang ziarah dan sama yang i’tikaf. Kemungkinan lebih ramai tahun lalu. Karena sekarang cuacanya kurang begitu baik jadi sedikit berkurang,” tuturnya.
Kendati demikian, jumlah tersebut akan terus meningkat hingga puncaknya pada malam 27 atau 17-18 April 2023 yang diperkirakan bisa mencapai 15 ribu orang.
Munif menambahkan, mayoritas pengunjung berasal dari Malang dan Madura. Namun, tidak sedikit pula pengunjung yang datang dari beberapa daerah di Jawa, Sumatera, hingga negara tetangga seperti Malaysia.
Mengantisipasi terjadinya penumpukan jumlah pengunjung, pihak pengurus makam Sunan Ampel menerjunkan sekitar 15 personel yang menjaga di beberapa titik seperti pintu masuk, pintu keluar, area makam, dan jalur menuju makam.
“Kalau petugas yayasan sendiri 15 orang. Tapi, ada juga relawan yang ikut bantu mengarahkan. Sementara belum ada bantuan dari aparat keamanan. Kalau petugas di lapangan tugasnya untuk mengarahkan jalur. Mungkin ada yang nggak tahu arah makam, masuk dan keluarnya. Alhamdulillah, bisa kondusif,” bebernya.

Sementara itu, kondisi Pandemi Covid yang terus melandai dan mengacu pada penetapan Inmendagri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022, pemerintah telah menghapus PPKM dan tidak mewajibkan masyarakat untuk menggunakan masker. Jadi, pihak keamanan makam Sunan Ampel juga melonggarkan para pengunjung terkait protokol kesehatan yang sebelumnya diberlakukan.
“Karena dari pemerintah juga sudah melonggarkan, jadi kami tidak memberi kewajiban terkait pemakaian masker. Tapi tahun lalu masih wajib pakai prokes, di beberapa titik juga ada keamanan yang mantau,” jelasnya.
Kemudian banyaknya pengunjung juga membuka ladang bagi para pedagang untuk menjajakan jajannya. Mulai dari nasi, camilan, kurma, aksesori, hingga pakaian. Sebelumnya, pihak Sunan Ampel tidak memperkenankan para pedagang makanan untuk membuka lapak di sekitar masjid. Namun, dalam pantauan Tugujatim.id, terlihat masih banyak pedagang yang membuka lapak di depan area masjid. Tidak ada sanksi khusus. Ketika dikonfirmasi, pihak keamanan Sunan Ampel saat ini masih memberikan sanksi berupa teguran sementara.
“Untuk para pedagang, sebenarnya dilarang untuk berjualan di area masjid apalagi waktu Tarawih. Tapi yang namanya orang jualan kadang ya gimana (tetap berjualan),” ujarnya.








