• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Perahu rakit.

Beberapa pelajar saat pulang sekolah menumpang di atas perahu rakit yang menghubungkan Mergosono dengan Bumiayu Kota Malang efek pembangunan Jembatan Lembayung Mergosono. (Foto: Yona Arianto/Tugu Jatim)

Larang Naik Perahu Rakit saat Sekolah, Kadisdikbud Kota Malang Minta Pelajar Berangkat Lebih Pagi

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana meminta agar setiap pelajar yang berangkat sekolah menggunakan perahu rakit di wilayah Mergosono dan Bumiayu agar bisa berangkat lebih pagi dan memutar melewati jalur darat.

Suwarjana mengatakan, menaiki perahu rakit di atas Sungai Brantas yang melintas di wilayah Mergosono itu dinilainya sangat berbahaya.

You might also like

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

01/06/2026 10:33 AM
Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

17/05/2026 9:21 AM

“Gak usah diributkan itu, solusinya ya berangkat lebih pagi,” ujar Suwarjana, Selasa (03/10/2023).

Disinggung tentang toleransi keterlambatan bagi anak sekolah yang harus menggunakan akses lain, Suwarjana menegaskan tidak ada toleransi apa pun. Menurut dia, di dunia pendidikan mengajarkan ketertiban dan kedisiplinan siswa-siswinya.

“Pendidikan itu ketertiban. Kalau setiap ada seperti itu toleransi, terus tertib dan disiplinnya di mana. Kita ini pendidikan ngajarin disiplin kok. Bukan malah alasan,” ungkapnya.

Diketahui, rata-rata pengguna perahu rakit itu merupakan pelajar baik tingkat SD maupun SMP yang bersekolah di SDN 4 Mergosono Malang dan SMPN 7 Bumiayu Malang.

Fasilitas perahu untuk menyeberang di kawasan sungai aliran Brantas tersebut digunakan dikarenakan jembatan gantung yang dikenal dengan Lembayung Mergosono itu mulai September ini dalam perbaikan total. Dari informasi yang didapat, proyek pembangunan Jembatan Lembayung Mergosono akan selesai akhir 2023.

Karena itu, masyarakat di wilayah tersebut memiliki ide solutif untuk membuat perahu sendiri guna menyeberangkan anak-anak sekolah dan para pekerja yang membutuhkan. Suwarjana menegaskan jika pengerjaan proyek jembatan itu hanya 3 bulan dan bukan berlangsung hingga berbulan-bulan.

“Ini kan hanya sekian bulan (3 bulan sampai Desember perbaikan jembatan). Iya kalau selamanya, baru saya cari solusi. Lewat saja yang semestinya, kan gak selamanya,” tuturnya.

Suwarjana juga tidak bisa mengarahkan bus sekolah khusus untuk mengantar para pelajar yang terdampak pembangunan Jembatan Lembayung Mergosono. Sebab, bus sekolah milik Pemkot Malang itu sudah terjadwal dan digunakan untuk ribuan siswa-siswi se-Kota Malang.

“Bus sekolah sudah punya jadwal tetap sesuai rutenya. Kalau saya ambil satu untuk rute ke situ (Mergosono-Bumiayu), yang lain gimana. Banyak kok sekolah yang lebih jauh tempatnya,” ujar Suwarjana.

Writer: Yona Arianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Disdikbud Kota MalangJembatan Lembayung MergosonoJembatan Lembayung Mergosono MalangPembuatan perahu rakit di MergosonoPerahu rakit di MergosonoPerbaikan Jembatan Lembayung Mergosono
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 10:33 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi...

Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

by Mochamad Abdurrochim
17/05/2026 9:21 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya Vaganza 2026 berlangsung meriah pada Sabtu malam (16/05/2026) meski sempat dibayangi cuaca mendung dan ancaman hujan....

59 Biksu Thudong di Pasuruan

59 Biksu Thudong di Pasuruan Singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong

by Mochamad Abdurrochim
13/05/2026 10:16 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id – 59 Biksu Thudong di Pasuruan singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan pada Rabu (13/05/2026). Kedatangan...

Drama Korea underrated

10 Rekomendasi Drama Korea Underrated yang Jarang Dibahas, Tawarkan Cerita Realistis dan Menyentuh

by Mochamad Abdurrochim
04/05/2026 2:46 PM
0

Tugujatim.id – Drama Korea underrated sering kali luput dari perhatian, meski menghadirkan cerita yang lebih realistis dan emosional. Di tengah...

Next Post
ular piton jumbo.

Resahkan Pengunjung, Ular Piton Jumbo "Jalan-Jalan" di Wisata Kampung Air Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID