Longsor Nganjuk: 23 Orang Hilang, 2 Ditemukan Meninggal - Tugujatim.id

Longsor Nganjuk: 23 Orang Hilang, 2 Ditemukan Meninggal

  • Bagikan
Bencana tanah longsor di Nganjuk mengakibatkan 23 orang hilang di mana 2 di antaranya meninggal dunia. (Foto: NOE/Tugu Jatim)
Bencana tanah longsor di Nganjuk mengakibatkan 23 orang hilang di mana 2 di antaranya meninggal dunia. (Foto: NOE/Tugu Jatim)

NGANJUK, Tugujatim.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Nganjuk, Minggu (14/2/2021) kemarin mebuat terjadi tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos sekitar pukul 15.30 WIB.

Bahkan, semalam 23 orang dikabarkan hilang. Namun, setelah petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD Nganjuk, dan Tagana Nganjuk melakukan pencarian, 5 ditemukan selamat dan 2 orang meninggal dunia.

Saat ini, petugas tengah melakukan pencarian di tempat kejadian perkara. Terlihat petugas Polres Nganjuk dengan unit K9 mencari korban di titik kejadian. Bupati Nganjuk Novi Rahman terlihat datang ke lokasi untuk mengecek bagaimana proses pencarian korban.

Bencana tanah longsor di Nganjuk mengakibatkan 23 orang hilang di mana 2 di antaranya meninggal dunia. (Foto: NOE/Tugu Jatim)
Bencana tanah longsor di Nganjuk mengakibatkan 23 orang hilang di mana 2 di antaranya meninggal dunia. (Foto: NOE/Tugu Jatim)

“Saat ini masih berlangsung percariannya, tim gabungan sedang di lokasi,” ungkap Novi saat dikonfirmasi Tugu Jatim.

Menurutnya, proses pencarian ini cukup berat dikarenakan medan tanahnya masih bergerak. Sehingga, semua tim yang melakukan proses pencarian diminta Novi untuk tetap waspada. Apalagi, hujan juga dimungkinkan turun sewaktu-waktu.

“Yang sulit tanahnya masih gerak, jadi sangat berbahaya sekali,” imbuh Novi saat berada di Kantor Kecamatan Ngetos.

Pantauan wartawan tugujatim.id, tim pencarian sejak semalam hingga siang ini tengah mencari dengan anjing pelacak unit K9 dan petugas telah mendatangkan alat berat backhoe.

Namun, petugas masih mencari jalan masuk untuk dua backhoe tersebut. Dikarenakan, selain tanahnya yang berbahaya jalan cukup sempit di areal persawahan warga. Ditanya tentang total yang terdampak, Novi masih belum bisa memastikan hal tersebut. Dikarenakan, tim pendataan terus melakukan pembaruan data. (noe/gg)

  • Bagikan