TRENGGALEK, Tugujatim.id – Universitas Negeri Malang (UM) kembali melaksanakan Program Asistensi Mengajar (AM) pada 26 Agustus hingga 6 Desember 2024 di berbagai sekolah mitra, salah satunya SMKN 2 Trenggalek.
Dalam program ini, Afry Ulta Multazam, mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, turut berpartisipasi dan mengabdi melalui kegiatan pembelajaran di kelas. Sebelum terjun mengajar, mahasiswa UM mengikuti tahap orientasi dan identifikasi kegiatan pembelajaran.
Baca Juga: Mahasiswa UM Ikut Sukseskan P5 Pemilihan Ketua OSIS di SMAN 1 Batu
Pada sesi ini, guru pamong mengarahkan terkait jadwal, karakteristik siswa, metode yang digunakan, hingga penyusunan modul ajar dan kompetensi dasar yang harus dikuasai mahasiswa UM sebelum menyampaikan materi. Pendampingan ini menjadi bekal awal agar proses belajar dapat berlangsung efektif.
Mahasiswa UM ini mendapat tanggung jawab mengajar di dua jurusan, yakni Desain Permodelan Informasi Bangunan (DPIB) dan Teknik Konstruksi Perumahan (TKP).

Di minggu pertama, mahasiswa terlebih dahulu mengamati guru mengajar di kelas sebagai proses adaptasi model pembelajaran, analisis proses mengajar, sekaligus perkenalan dengan peserta didik. Setiap mahasiswa kemudian melaksanakan tugas mengajar sesuai tanggung jawab kelas masing-masing.
Afry mengungkapkan, dia mengajar di kelas XI DPIB pada mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan DPIB.

“Saya mengajar di kelas XI DPIB dengan mata pelajaran Projek Kreatif dan Kewirausahaan DPIB. Penyusunan modul ajar, materi dan soal evaluasi saya lakukan sebelum masuk di minggu efektif mengajar di kelas dengan materi kegiatan produksi meliputi menyusun rencana produksi, menyusun proses kerja pembuatan, dan praktik pembuatan produk,” ujarnya.
Selain di DPIB, Afry juga mengampu pembelajaran di jurusan TKP dengan materi ajar elemen struktur konstruksi bangunan.

“Pada jurusan Teknik Konstruksi Perumahan (TKP), saya mengajar di kelas X. Sama halnya di jurusan DPIB, menyusun modul ajar, materi dan soal evalusi sebelum masuk kelas juga saya terapkan di jurusan TKP,” tambahnya.
Melalui Program Asistensi Mengajar, mahasiswa tidak hanya mempraktikkan ilmu dan keterampilan di ruang kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga dalam aspek akademik, non-akademik, administrasi pendidikan, hingga kemampuan bersosialisasi di lingkungan sekolah.
Program ini semakin menegaskan peran mahasiswa sebagai calon pendidik yang siap berkontribusi dalam dunia pendidikan. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








