Mahasiswa Unirow Tuban Terjun Bisnis Kuliner, Isi Waktu Luang Usai Ujian

  • Bagikan
Kelompok mahasiswa dari Unirow, Tuban yang mencoba berbisnis kuliner pentol seafood. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Kelompok mahasiswa dari Unirow, Tuban yang mencoba berbisnis kuliner pentol seafood. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Seakan tak ingin membuang waktu luang, sejumlah mahasiswa asal Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban mencoba membuka bisnis kuliner kecil-kecilan, Pentol Seafood di Jalan Sunan Kalijaga, depan Gedung Olahraga Rangga Aniraga Tuban. Hal ini mereka awali kala mengisi waktu luang seusai ujian.

Ditemui Tugu Jatim di lokasi, kelompok mahasiswa semester dua program studi Ilmu Komunikasi FISIP Unirow ini mengaku bisa mendapatkan omzet Rp 200 ribu per hari dari bisnis pentol atau bakso yang mereka kelola. Di mana terdapat beberapa varian seafood dari 3kg daging yang mereka olah.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

M. Roni mengatakan jika awal usaha tersebut berawal karena ingin belajar berwirausaha. Kemudian, ia bersama enam mahasiswa lainnya berdiskusi, menentukan produk apa yang mau dijual dan banyak dicari banyak orang. Jatuhlah pilihan tersebut pada bisnis pentol atau bakso. Sebab, makanan tersebut mereka nilai tidak terlalu sulit membuatnya serta permintaan juga dinilai cukup banyak.

“Alhamdulillah hasilnya (penjualan,red) lumayan,” kata pria yang juga aktif organisasi ekstra kampus PMII ini, Rabu (31/3/2021).

Namun tidak sekadar pentol yang mereka buat, di mana pihaknya harus membuat pembeda dengan produk pentol lain. Melihat potensi hasil laut yang ada di Kabupaten Tuban, akhirnya mereka memilih varian isian, cumi, kerang, rajungan, dan ada ada juga yang berisi telur puyuh.

“Kita modal awal sekitar dua juta rupiah, dibagi enam anak. Ini pun gerobak yang kita pakai masih nyicil. Namun, Alhamdulillah masih bisa berjalan hingga sekarang,” ungkapnya.

Harganya pun tidak berat dikantong. Pentol dengan isian cumi-cumi dibandrol Rp 7.000 per buah dengan ukuran lumayan besar. Sedangkang isian kerang dan puyuh di harga Rp 1.000 per bijinya. Sementara isian rajungan dijual dengan Rp 2.000 berbijinya.

“Ini kita produksi di rumah teman yang satu kelompok dengan kita di Kecamatan Jenu,” ujarnya.

Pihaknya dengan teman-temannya berharap bisa memiliki stand sendiri untuk berjualan pentol seefoodnya. Dan hasil dari penjualan ini bisa untuk membiayai pendidikan mereka hingga lulus kuliah. (Mochamad Abdurrochim/gg)

  • Bagikan