Malang Sepekan: Penemuan Mortir hingga Warga Gagal Vaksin karena NIK Sudah Terpakai Orang Lain - Tugujatim.id

Malang Sepekan: Penemuan Mortir hingga Warga Gagal Vaksin karena NIK Sudah Terpakai Orang Lain

  • Bagikan
Proses peledakan benda yang diduga mortir di Pakisaji, Malang. (Foto: Dokumen) tugu jatim
Proses peledakan benda yang diduga mortir di Pakisaji, Malang. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Beragam peristiwa menarik terjadi di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) selama sepekan terakhir. Mulai adanya penemuan mortir aktif yang ditemukan pemulung, pencurian ban mobil milik penyanyi di Kota Batu, hingga seorang remaja yang gagal mendapat suntikan vaksin lantaran Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya telah terpakai orang lain.

Lalu, apa saja peristiwa-peristiwa yang saya untuk dilewatkan tersebut? Yuk, kita simak!

1. Penemuan Mortir Aktif di Malang

Penemuan mortir aktif dari dasar sungai di Kabupaten Malang, Selasa (5/10/2021). (Foto: Dokumen) tugu jatim
Penemuan mortir aktif dari dasar sungai di Kabupaten Malang, Selasa (5/10/2021). (Foto: Dokumen)

Penemuan sebuah mortir aktif dari dasar Sungai Sukun di Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Selasa (5/10/2021) kemarin sempat membuat warga setempat geger. Berdasar informasi, benda ini kali pertama ditemukan pemulung saat mencari barang rongsokan.

Mengetahui hal itu, sang pemulung segera melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa. Setelah mengecek ke lokasi, perangkat Desa Sutojayan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat akhirnya mengetahui bahwa benda tersebut merupakan mortir.

Usai penemuan tersebut, Rabu (06/10/2021) ini, dilakukan peledakan pada benda ini di area pematang sawah ditemukannya bahan peledak ini.

“Petugas Polsek Pakisaji bersama anggota Gegana Sat Brimobda Jatim mengecek lokasi peledakan yang sudah dilubangi sebesar 1 m² di tanah,” ungkap Plt Kapolsek Pakisaji, Iptu Sigit Kurnia.

Lalu anggota Subden Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Jatim melakukan perakitan untuk meledakkan mortir tersebut dengan cara dipasang detonator di lokasi tanah yang sudah dilubangi. Hanya saja, pada upaya peledakan pertama pihaknya gagal.

“Peledakan mortir pertama tidak berhasil,” terangnya.

Akhirnya, setelah anggota Gegana melakukan pengecekan dan perakitan kembali, upaya peledakan kedua akhirnya membuahkan hasil. Setelah itu, jajaran kepolisian langsung mengamankan serpihan-serpihan dari lokasi peledakan.

“Peledakan kedua berhasil dilaksanakan. Selanjutnya anggota mengamankan serpihan mortir dengan cara membungkusnya,” pungkasnya.

 

2. Pelaku Curanmor Todongkan Airsoft Gun ke Polisi

Polresta Malang Kota saat sesi konferensi pers ungkap kasus pencurian kendaraan bermotor di Kota Malang, Senin (4/10/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim) maling motor
Polresta Malang Kota saat sesi konferensi pers ungkap kasus pencurian kendaraan bermotor di Kota Malang, Senin (4/10/2021). (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Polresta Malang Kota berhasil menangkap MB (41) asal Jember dan ZA (20) asal Lumajang lantaran melakukan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor). Penangkapan kedua pelaku ini sempat diwarnai aksi kejar kejaran hingga percobaan perlawanan dengan menodongkan air gun jenis Revolver dan FN.

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto melalui Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo menjelaskan bahwa kedua pelaku berhasil dibekuk di Jalan Raya Singosari, Kabupaten Malang.

“Kedua pelaku ini sempat dilakukan pengejaran sampai di Jalan Raya Singosari. Pelaku sempat mengeluarkan senjatanya dan hampir menembakkan ke anggota kami,” ujarnya, Senin (4/10/2021).

 

3. Penyanyi Jadi Korban Pencurian Ban Mobil di Kota Batu

Lili Pratiwi (32) menunjukkan bagian ban mobilnya yang hilang dicuri
Lili Pratiwi (32) menunjukkan bagian ban mobilnya yang hilang dicuri. (Foto:Azmy)

Aksi pencurian yang hanya menyasar ban mobil kembali terjadi. Kali ini, kejadian kriminal unik ini terjadi di Kota Batu dan dialami Lili Pratiwi (32), warga Landungsari, Kota Malang. Total keempat ban mobilnya ludes digondol maling.

Diketahui, peristiwa ini terjadi 3 hari lalu, persisnya pada Selasa (5/10/2021). Saat itu, mobil miliknya diparkir di dekat Lapangan Bola RT 1 RW 11, Jalan Gondorejo, Dusun Gondorejo, Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Batu.

Akibat perbuatan itu, Lili mengalami kerugian hinga Rp 2,5 juta. Meski begitu, dia tidak berniat untuk melaporkan ini kepada polisi. ”Enggak kepikiran lapor deh, ya udah beli lagi baru aja,” tandasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Batu Iptu Yusi Purwanto saat dikonfirmasi terkait kasus kriminal yang sudah terjadi 3 kali ini akan ditindaklanjuti. ”Meski tidak ada laporan, kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tukasnya.

 

4. NIK Dipakai Orang Lain, Remaja Asal Malang Tak Bisa Terima Vaksin

Reffanka (dibonceng) harus pulang dengan tangan kosong karena gagal vaksin setelah NIK-nya telah terpakai di wilayah Jakarta. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim) nik dipakai orang lain
Reffanka (dibonceng) harus pulang dengan tangan kosong karena gagal vaksin setelah NIK-nya telah terpakai di wilayah Jakarta. (Foto: M Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Nomor Induk Kependudukan (NIK) remaja asal Kota Malang, Reffanka (15) diduga telah digunakan orang lain dalam program vaksinasi Covid-19. Akibatnya, ia ditolak untuk menerima suntikan vaksin.

Fia Nataprawira, kakak Reffanka menjelaskan bahwa nomor KTP milik adiknya diketahui telah menerima vaksin dosis pertama dan kedua di wilayah Pancoran, Jakarta Selatan. Sehingga adiknya tidak bisa mengikuti vaksinasi di Kota Malang.

“NIK-nya sudah terdaftar vaksin dua kali, padahal dia belum sama sekali. Dia masih di bawah 17 tahun. Terdaftarnya di Pancoran sana, kita aja belum pernah ke sana,” aku Fia, Rabu (6/10/2021).

Reffanka harus pulang dengan tangan kosong lantaran gagal mengikuti vaksinasi. Padahal dia sudah menunggu vaksinasi drive-thru yang digelar Polresta Malang Kota itu sejak sebelum pukul 09.00 WIB.

“Kecewa tentu iya, gimana lagi orang gak bisa. Kita sudah dari jam 9 kurang tadi. Katanya suruh tanyain ke Dispendukcapil dulu, kenapa kok bisa kepakai vaksin dua kali,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan Polres Jakarta Selatan untuk menelusuri permasalahan tersebut.

“Nanti kita cek, kita komunikasikan dengan jajaran Polres Jakarta Selatan untuk ditelusuri. Kan kasian mereka yang belum vaksin, tapi NIK sudah terpakai,” jelasnya.

Menurutnya, pemilik NIK tersebut masih berpeluang untuk menerima vaksin Covid-19. Namun pihaknya juga akan mendalami permasalahan tersebut apakah memang karena pencurian data atau kesalahan input data.

“Kalau vaksin ya masih berpeluang. Kita lihat dulu, apa memang sengaja yang bersangkutan mengambil data orang lain, atau ini kesalahan input data. Kita komunikasikan,” ucapnya.

Sebelumnya, dia juga mengaku telah menemui kejadian serupa salah satu warga gagal vaksin lantaran nomor KTP sudah terdaftar di wilayah Blitar. Namun setelah ditelusuri, ternyata ada kesalahan input data dari petugas vaksinasi.

“Jadi kita hubungi Blitar, kita klarifikasikan, ternyata salah input dari operatornya,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Eny Hari Sutiarni menyarankan yang bersangkutan menghubungi call center 119 agar segera ditindaklanjuti.

“Sesuai arahan bapak Dirjen, bisa langsung ke hotline 119 untuk segera ditindlanjuti untuk dikawal hingga selesai,” ucapnya.

 

5. Pesona Si Kuning Tabebuya Mulai Sejukkan Jalanan Kota Batu

Salah satu spot cantik berhias mekarnya bunga pohon tabebuya di Jalan Diponegoro Kota Batu. Makin cantik dengan latar belakang kincir angin khas Belanda. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Salah satu spot cantik berhias mekarnya bunga pohon tabebuya di Jalan Diponegoro Kota Batu. Makin cantik dengan latar belakang kincir angin khas Belanda. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Meski masih terhimpit pembatasan mobilitas selama masa PPKM Level 3, Kota Batu masih punya kesejukan lain. Karena sejumlah jalanan di Kota Batu kini cantik sejak mekarnya bunga dari pohon tabebuya (Handroanthus chrysotrichus). Warnanya beragam mulai kuning, putih, ungu hingga merah muda.

Apalagi, ditambah dengan lebatnya tunas bunganya semakin memenambah pesona keindahan lanskap kota berlatar belakang Gunung Panderman ini. Pohon asal Brazil ini memang selalu mekar di bulan-bulan September dan Oktober atau di akhir musim penghujan.

Pesonanya semakin lengkap saat bunga-bunga ini berguguran seperti pemandangan film-film drama romantis Korea. Tak ayal banyak masyarakat kagum dan berlomba-lomba mengunggah hasil swafoto dengan ambience deretan pohon ini.

Nah, di Kota Batu sendiri ada banyak lokasi yang memang sengaja ditanam sederet pohon ini untuk mempercantik wajah jalan kota.

Informasi dihimpun reporter tugumalang.id ada 5 lokasi spot cantik yakni di Jalan Panglima Sudirman, Alun-Alun Kota Batu, Jalan Diponegoro, Jalan Pusdik Arhanud dan Jalan Drs Moh Hatta, Pendem.

  • Bagikan