• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi spirit doll

Ilustrasi spirit doll. (Foto: Pinterest)

Marak Adopsi Spirit Doll, Begini Kata Sosiolog

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Belum lama ini, publik dihebohkan dengan maraknya adopsi boneka arwah yang viral di media sosial. Sejumlah nama publik figur tampil sebagai pengadopsi boneka yang sering disebut spirit doll itu. Misalnya, desainer ternama Ivan Gunawan, dan deretan artis macam Ruben Onsu, Lucinta Luna, dan Celline Evangelista.

Tidak seperti boneka pada umumnya, boneka bayi ini ramai diperbincangkan karena diperlakukan khusus seperti manusia. Bahkan, dilansir Sonora.id, Queen Athena, salah seorang pemilik boneka arwah asal Bali menyebutkan boneka bayi itu dimasuki arwah anak-anak yang meninggal karena keguguran atau dibunuh.

You might also like

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

13/06/2026 8:58 AM
Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

12/06/2026 8:54 PM

Dia mengaku memasukkan arwah itu ke boneka dan dirawat sampai waktunya arwah ini dipanggil untuk reinkarnasi.

Sontak isu tersebut mengejutkan publik dan mengundang tanggapan dari berbagai pihak. Mulai dari tokoh agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), psikolog, hingga sosiolog. Mereka memberikan pandangan terkait boneka arwah dari sudut pandang keilmuan masing-masing.

Tak terkecuali ahli sosiologi yang menggunakan paradigma kajian ilmu sosial. Sebagai salah satu rumpun ilmu sosial, kajian sosiologi memiliki ciri non etis. Artinya, kajian yang disampaikan bukan untuk menilai benar atau salahnya suatu fenomena. Melainkan untuk menggambarkan realitas sosial yang sedang terjadi di masyarakat.

Bagaimana pandangan para sosiolog terkait boneka arwah? Simak penjelasan Tugu Jatim ID berikut ini.

1. Teori Interaksionisme Simbolik

Dilansir utustoria, Muhammad Makro Maarif Sulaiman, Sosiolog alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) memandang fenomena itu dari perspektif interaksionisme simbolik. Menurutnya, perlakuan Ivan Gunawan terhadap boneka arwah tersebut merupakan sebuah perilaku yang wajar, unik, dan menarik.

Sebab dia melakukannya dalam keadaan sadar yang melibatkan faktor sosialisasi, penafsiran simbol dan makna serta keputusan merespon.

Dijelaskan, faktor sosialisasi kemungkinan terbentuk dari pengalaman Igun, sapaan akrabnya, dengan anak-anak dan adanya ajaran untuk menyayangi anak-anak. Kemudian, penafsiran simbol dan makna boneka bayi tersebut lebih ditekankan penafsiran dalam proses interaksi sosial.

Artinya, Igun memasuki proses belajar menafsirkan dengan memperlakukan dua simbol boneka bayi seperti anak sungguhan. Dia sedang mengomunikasikan kepada orang-orang terdekatnya dan kepada publik bahwa dia mengaktualisasikan dan memenuhi kebutuhan afeksinya dengan cara memainkan peran seolah-olah sebagai seorang ayah.

Kemudian sebagai pria penyayang anak sehingga menepis penilaian bahwa yang ada dalam diri seorang Igun adalah cenderung feminim tanpa keibuan.

2. Sarana Pencurahan Kasih Sayang, Wujud Interaksi yang Tertukar dan Tren

Dilansir oleh Sonora.id, Wahyu Budi Nugroho, pakar Sosiologi, menyatakan pandangan yang berbeda. Dosen FISIP Universitas Udayana Bali ini menyebutkan boneka arwah berbentuk bayi digunakan sebagai sarana pencurahan kasih sayang.

Menurutnya, boneka bayi itu bisa menjadi sarana substitusi dan aktualisasi diri bagi mereka yang belum menikah atau belum memiliki anak untuk belajar menjadi orang tua.

Lebih lanjut, Wahyu menuturkan wujud relasi orang yang mengadopsi boneka arwah merupakan wujud relasi yang tertukar. Sebab, relasi antara manusia dengan boneka yang pada hakikatnya hanya benda diwujudkan dalam bentuk relasi I-Thou (aku dan kamu). Padahal seharusnya, relasi manusia dengan benda berwujud I-It (aku dan itu).

Tak hanya itu, Wahyu juga berpendapat boneka arwah dapat menjadi tren komoditas konsumtif mengingat harganya yang tidak murah. Sehingga, ada nilai kepuasan dan kebanggaan ketika memilikinya. Namun, dirinya memprediksi tren boneka arwah ini tidak akan bertahan lama, sebab termasuk kebutuhan tersier.

3. Cerminan Masyarakat yang Kesepian

Pendapat lain disampaikan Sigit Rohadi, Sosiolog dari Universitas Nasional. Dilansir oleh news.detik, Sigit menyatakan orang yang memelihara boneka arwah atau spirit doll dengan perlakuan layaknya manusia, mencerminkan masyarakat yang kesepian akibat gejala individualisme yang semakin menguat.

Menurutnya, semua itu tidak lepas dari peran media sosial. Dia menyebut banyak orang yang sibuk di dunia maya tetapi kering dalam berinteraksi di dunia nyata. Peningkatan interaksi di dunia maya inilah yang menurut Sigit mendorong seseorang memilih binatang peliharaan atau boneka yang dijadikan kekasih.

Atau dengan kata lain diperlakukan seperti manusia. Dia pun menuturkan kemajuan teknologi turut menyumbang kesepian hingga manusia seakan kehilangan kemanusiaannya.

Tags: Adopsi Anak BonekaInteraksionisme SimbolikSosiologSpirit Doll
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Bediding

Fenomena Bediding 2026: Kenapa Suhu Malam hingga Dini Hari Terasa Lebih Dingin Saat Musim Kemarau?

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:22 PM
0

Tugujatim.id - Masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan mulai merasakan perubahan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari...

DPRD Surabaya.

Warga Ketar-ketir, DPRD Surabaya Tegaskan Kenaikan Pertamax Bukan Alasan Utama Harga Barang Naik

by Dwi Linda
12/06/2026 6:33 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Menyikapi kenaikan harga Pertamax, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melihat adanya penyesuaian tersebut tidak serta...

Next Post
Kayutangan Heritage. (Foto: Irham Thoriq/Tugu Malang)

View Senja di Kayutangan Heritage Malang Bikin Pengunjung Tak Mau Pulang

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID