• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Manik-manik langka.

Koleksi manik-manik yang ada di Museum Ganesya, Kabupaten Malang.(Foto: Yona Arianto/Tugu Jatim)

Menelisik Manik-Manik Langka Zaman Prasejarah di Museum Ganesya Malang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Manik-manik saat ini biasanya jadi aksesori untuk mempercantik penampilan. Mulai dari aksesori kalung di leher, juga bisa dipakai di lengan maupun kaki. Namun ternyata manik-manik langka dalam era prasejarah dinilai sebagai benda yang disucikan. Beberapa manik-manik di era prasejarah itu tersimpan di Museum Ganesya, Kabupaten Malang, Jatim.

Dari sekian koleksi, koleksi manik-manik langka dari Kepulauan Solomon di Samudera Pasifik menjadi yang terjauh dimiliki. Manik-manik berwarna biru muda ini terlihat cukup unik, baik dari segi bentuk dan warnanya.

You might also like

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

01/06/2026 10:33 AM
Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

17/05/2026 9:21 AM

Pemandu senior Museum Ganesya Amri Bayu mengatakan, nenek moyang dulu memercayai manik-manik langka ini untuk bekal kubur, terutama bagi mereka yang paham animisme.

“Ini dijadikan sebagai bekal kubur. Untuk yang sudah meninggal dengan kepercayaan animis modern, dikalungkan manik-manik ini supaya rumah mereka bisa sampai ke surga. Ini kepercayaan animisme dinamisme,” kata Amri Bayu saat ditemui di Museum Ganesya, Jumat (06/10/2023).

Menurut dia, beberapa manik-manik langka juga menjadi penanda umur sang pemilik. Namun, hal itu masih hipotesa atau dugaan sementara dari penelitian yang sudah ada.

“Tapi ini masih hipotesa, ya masih perkiraan. Kalau umurnya beliau warna-warna hijau sudah dewasa, biru dan seterusnya, ini masih perkiraan belum ada penelitian valid untuk memvalidasinya,” tuturnya.

Koleksi manik langkadi Museum Ganesya.
Museum Ganesya Malang yang ada di kompleks Hawai Waterpark menyuguhkan beragam peninggalan sejarah Nusantara.(Foto: Yona Arianto/Tugu Jatim)

Dia mengatakan, era prasejarah saat masyarakat kuno belum mengenal tulisan, manik-manik yang diciptakan sudah cukup maju. Beberapa manik itu biasanya digunakan sebagai alat barter atau tukar menukar dengan aneka kebutuhan pokok.

“(Manik-manik) mereka bawa ke Nusantara untuk diproduksi atau benda sudah jadi digunakan sebagai alat barter,” katanya.

Tentu saja, koleksi manik-manik di Museum Ganesya seluruhnya asli. Hanya saja, patung yang digunakan untuk menempatkan manik adalah patung replika.

Manik-manik ini pun disimpan di dalam lemari kaca yang besar dengan pengawasan sensor dan kamera CCTV demi keamanan. Sebab, nilainya juga cukup mahal karena ada beberapa manik yang cukup langka.

“Manik-maniknya semua asli, tidak ada yang replika. Manik-maniknya tidak hanya dari Indonesia, tapi juga dari luar Indonesia. Manik polykron Indo-Pasifik, tidak di Indonesia, tapi Asia Tenggara di Kepulauan Solomon,” bebernya.

Dia mengatakan, koleksi manik ini jarang ada di museum wilayah Jawa Timur yang menyuguhkan peninggalan masyarakat prasejarah.

“Jadi Malang sebagai kota pariwisata juga harus ada khazanah tentang museumnya. Kan Malang museumnya juga banyak. Kami melengkapi apa yang belum dimiliki tema-tema di museum-museum itu ada di sini,” ujarnya.

Writer: Yona Arianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Malang hari iniKabupaten Malang hari iniKoleksi manik di Museum GanesyaKoleksi manik langka di Museum Ganesya Kabupaten MalangMuseum Ganesya Kabupaten Malangmuseum ganesya malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 10:33 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi...

Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

by Mochamad Abdurrochim
17/05/2026 9:21 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya Vaganza 2026 berlangsung meriah pada Sabtu malam (16/05/2026) meski sempat dibayangi cuaca mendung dan ancaman hujan....

59 Biksu Thudong di Pasuruan

59 Biksu Thudong di Pasuruan Singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong

by Mochamad Abdurrochim
13/05/2026 10:16 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id – 59 Biksu Thudong di Pasuruan singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan pada Rabu (13/05/2026). Kedatangan...

Drama Korea underrated

10 Rekomendasi Drama Korea Underrated yang Jarang Dibahas, Tawarkan Cerita Realistis dan Menyentuh

by Mochamad Abdurrochim
04/05/2026 2:46 PM
0

Tugujatim.id – Drama Korea underrated sering kali luput dari perhatian, meski menghadirkan cerita yang lebih realistis dan emosional. Di tengah...

Next Post
Jadwal, Lokasi, dan Harga Tiket Konser Perdana Boy Group P1Harmony di Jakarta

Jadwal, Lokasi, dan Harga Tiket Konser Perdana Boy Group P1Harmony di Jakarta

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID