• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ampo, makanan tradisional khas Tuban yang terbuat dari tanah liat. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

Ampo, makanan tradisional khas Tuban yang terbuat dari tanah liat. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

Mengenal Ampo, Camilan Tradisional Khas Tuban Berbahan Tanah Liat

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in Entertainment, Sastra & Budaya, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Bagi sebagian orang beranggapan, jika tanah tidak bisa dibuat suatu makanan ringan. Hanya membayangkan saja pasti sudah terasa jijik maupun aneh.

Namun di Tuban ada salah satu kuliner unik nan nyentrik terbuat dari tanah liat. Mungkin hari ini mulai dilupakan di kalangan masyarakat Tuban sendiri, namanya “ampo“.

You might also like

Hidden gem Gresik.

Hidden Gem Gresik yang Masih Sepi Pengunjung

14/07/2026 2:15 PM
Ringin Contong Jombang

Kisah Ringin Contong Jombang yang Menjadi Ikon sejak Zaman Dahulu

14/07/2026 1:25 PM

Ampo menjadi kuliner identitas masyarakat Jawa sepanjang Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Cirebon Jawa Barat. Terkhusus masyarakat Tuban yang memanfaatkan ampo bukan hanya sebagai hidangan kuliner, namun juga sebagai obat dan perlengkapan acara-acara penting.

Salah satu keluarga di Dusun Trowulan Desa Bekthiharjo Kecamatan Semanding, Rasimah (70). Sampai hari ini masih memproduksi ampo di sela-sela kesibukan menjadi petani, bersama putrinya, Sarpik (40).

Proses pembuatan ampo, makanan tradisional khas Tuban. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)
Proses pembuatan ampo, makanan tradisional khas Tuban. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

Untuk menuju tempat pembuatan ampo milik Rasimah, terbilang cukup mudah. Semua orang di desa sudah sangat mengetahui. Sebab banyak para turis, mahasiswa yang tengah melakukan penelitian, serta para media sering meliputnya.

Ampo khas Tuban dengan yang lain hanya memiliki perbedaan pada tekstur. Secara bahan, tetaplah sama dengan pemilihan tanah tidak mengandung batu kerikill maupun pasir.

Keberadaan ampo sendiri lambat tahun mulai pudar di kalangan pemuda, yang konon jauh sebelum Indonesia merdeka. Makanan ini sudah menjadi makanan ringan dipercaya memiliki beragam khasiat bagi kesehatan.

“Membuat ampo sudah menjadi usaha dan keahlian turun keluarga, dari Mbah Buyut, Ibuk, saya sampai anak saya Sarpik,” tutur Rasimah.

Perempuan yang sudah berumur setegah abad itu menceritakan jika orang China dulu sering memesan bahan pembuatan ampo (Tanah liat yang sudah dibentuk padat persegi, red) dan air rebusannya dibuat mandi.

“Kata mereka bisa membuat awet muda, serta bisa mengobati beberapa penyakit ringan,” tuturnya.

Rasimah juga menjelaskan, jika ampo bukan hanya untuk camilan rumahan. Namun untuk sesaji pernikahan, sajian ritual panen padi, dan ritual penting yang ada di desa.

“Dulu ampo digunakan segala ritual di masyarakat, itu menjadikan nilai ampo sebagai warisan yang harus terus dilestarikan,” tegasnya.

Untuk tetap bisa membuat ampo, Rasimah beserta Sarpik menyewa 1 tahun sawah senilai 2 juta, nantinya diolah menjadi bahan baku Ampo siap diproduksi.

Cara pembuatan ampo terbilang muda, tanah liat sawah yang telah dipilah tidak mengandung pasir dan krikil dibentuk bentuk balok biar padat. Setelah tanah itu dicukur mengunakan ‘seseh’ atau bambu yang dibuat tajam seperti pisau.

Lalu ketika sudah menyerupai gulungan coklat lonjong dan tipis, barulah dimasukan dandang untuk diasapi sebagai proses terakhir.

“Seperti ngasapi ikan, jadi gak usah ada api besar. Cukup asapnya saja,” tuturnya.

Perlu diketahui, jika ampo Rasimah sudah tersebar di beberapa pasar di Kabupaten Tuban. Baik yang memesan secara langsung ke lokasi maupun diantarkan. Bahkan ada tengkulak yang secara khusus dari Bojonegoro memesan setiap minggunya.

“Ada yang datang ke sini, ada yang diantar juga. Dalam sehari tidak tentu. Kadang ada dari orang luar negeri juga penelitian ke sini biasanya ditemani Mbak Sarpik anak saya,” tuturnya.

Keberadaan ampo sendiri sekarang seakan sudah mulai kurang diminati. Bahkan, di desa tersebut hanya Rasimah dan puterinya yang masih eksis membuat ampo. (Moch Abdurrochim/gg)

Tags: Kabupaten TubanKulinerkuliner tradisionalrekomendasi kulinerTuban
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Hidden gem Gresik.

Hidden Gem Gresik yang Masih Sepi Pengunjung

by Dwi Linda
14/07/2026 2:15 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id – Hidden gem Gresik ternyata masih menyimpan banyak kejutan yang belum diketahui banyak orang. Selama ini Gresik lebih...

Ringin Contong Jombang

Kisah Ringin Contong Jombang yang Menjadi Ikon sejak Zaman Dahulu

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:25 PM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Ringin Contong Jombang bukan sekadar monumen yang dilewati kendaraan setiap hari. Kalau baru pertama kali datang ke...

Kota Malang

10 Wisata Kota Malang yang Cocok Dikunjungi saat Libur, Ada Kampung Tematik hingga Kawasan Heritage

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 11:52 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kota Malang menjadi salah satu destinasi favorit di Jawa Timur yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat...

Wisata Sidoarjo.

12 Tempat Wisata Sidoarjo yang Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga

by Dwi Linda
13/07/2026 5:40 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id - Sidoarjo tidak hanya dikenal sebagai kota industri dan pusat kuliner, tetapi juga memiliki beragam destinasi wisata yang...

Next Post
Komisioner KPU Jatim, M Arbayanto sedang diwawancara oleh pewarta di Surabaya. (Dokumen/Kominfo Jatim)

16 Calon Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020 Sudah Bisa Dilantik

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID