JEMBER, Tugujatim.id – Tak kenal maka tak sayang, begitu kiranya bagi yang penasaran dengan sejarah Kabupaten Jember. Jember merupakan salah satu wilayah yang terletak di ujung dari wilayah Provinsi Jawa Timur. Terletak di lereng Pegunungan Yang dan Gunung Argopuro.
Dilansiir dari jatim.bpk.go.id, Jember dahulu merupakan kota administratif, namun sejak tahun 2001 istilah kota administratif dihapus, sehingga Kota Administratif Jember kembali menjadi bagian dari Kabupaten Jember. Luas wilayah Kabupaten Jember 3.293,34 kilometer persegi.
Selain itu, di Kabupaten Jember terdapat sekitar 82 pulau, dan pulau yang terbesar adalah Nusa Barong. Karena letaknya ditengah-tengah daerah Tapal Kuda Provinsi Jawa Timur, Jember juga menjadi tempat yang strategis. Kota ini bahkan punya banyak julukan. Apa saja itu? Simak ulasannya berikut.
1. Kota Tembakau
Kabupaten Jember dikenal sebagai salah satu sentra produksi tembakau terbesar di Indonesia. Tembakau Besuki salah satu pemasok tembakau ekspor. Tembakau Besuki ini dimanfaatkan terutama untuk pembalut cerutu (deklabad) selain sebagai bahan pengikat (binder) serta pengisi (filter) aroma cerutu yang berkualitas.
Perusahaan perkebunan besar juga terdapat di Kabupaten Jember yakni PT Perkebunan Nusantara, perusahaan daerah perkebunan dengan komoditas utama seperti kopi, karet, kakao, teh, cengkeh, dan beberapa komoditas lainnya.
Juga terdapat lembaga prestisius seperti Lembaga Penelitian Kopi dan Kakao, Lembaga Penelitian Tembakau, Politeknik Pertanian. Bahkan, sebagian besar perguruan tinggi yang ada di Jember memiliki fakultas pertanian.
Baca Juga: 7 Tahun Dirangkul, Golkar Kota Mojokerto Deklarasi Dukung Ning Ita di Pilwali Mojokerto 2024
2. Kota Seribu Gumuk
Kota Seribu Gumuk menjadi julukan selanjutnya bagi Kabupaten Jember. Sebuah studi dari Universitas Jember dan Universitas Negeri Malang pada 2012 menyebutkan, Kabupaten Jember memiliki 1.955 gumuk atau bukit.
Gumuk yang dimaksud adalah bukit kecil terisolasi yang ditumbuhi vegetasi lebih lebat dibanding wilayah di sekitarnya. Umumnya berbentuk batuan yang memiliki dasaran pasir sehingga memiliki potensi tambang untuk bahan galian pasir dan batu.
Keberadaan gumuk itu tidak lepas dari letak geografis dari Kabupaten Jember yang terletak di antara Gunung Raung, Pegunungan Argopuro dan Gunung Ijen.
3. Kota Pandhalungan
Julukan lain yang identik dengan Jember adalah Pandhalungan. Nah, Pandhalungan berarti masyarakat dengan budaya baru hasil dari percampuran budaya Jawa dan Madura.
Dalam konteks kawasan “tapal kuda” Jawa Timur, budaya pandalungan adalah percampuran antara dua budaya dominan, yakni budaya Jawa dan budaya Madura. Kawasan tapal kuda itu di antaranya Kabupaten Jember, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, dan Kabupaten Pasuruan.
Baca Juga: 9 Rekomendasi Drama Korea Terbaru Bulan Mei 2024! Nikmati Drakor Romance hingga Mystery-Thriller
4. Kota Suwar Suwir
Julukan Kota Suwar Suwir tidak lepas dari kuliner khasnya, bernama Suwar Suwir yang memiliki bentuk kotak-kotak kecil yang sedikit memanjang. Suwar-Suwir terbuat dari tape sebagai bahan dasar.
Di Jember, ada banyak komoditas pembuat suwar-suwir sehingga makanan satu ini identik sebagai oleh-oleh.
5. Kota Karnaval
Alasan Kabupaten Jember dijuluki Kota Karnaval karena banyaknya event karnaval yang bertaraf internasional. Salah satunya, Jember Fashion Carnaval (JFC) yang dihelat setiap tahun dengan berbagai rancanagan yang megah.
JFC, salah satu karnaval paling besar di dunia yang menjadi pelopor munculnya fashion carnival di berbagai kota lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








