Menghadapi Murid Yang Nakal, Sebaiknya Tonton Film “Detachment”

Menghadapi Murid Yang Nakal, Sebaiknya Tonton Film “Detachment”

  • Bagikan
Henry Barthes, seorang guru pengganti yang selalu menghindari perasaannya
Henry Barthes, seorang guru pengganti yang selalu menghindari perasaannya. (Foto: IMDB)

Tugujatim.id – Bagi penggemar film bergenre pendidikan dan psikologi, “Detachment” bisa jadi satu alternatif yang menyenangkan. Pasalnya, film ini menceritakan kisah seorang guru menghadapi murid-muridnya yang nakal.

Dilansir dari berbagai sumber, film yang dibintangi Adrien Brody ini berkisah tentang seorang guru pengganti bernama Henry Barthes, di sebuah sekolah SMA. Pada awal mengajar Henry mendapatkan perlakuan tidak enak dari murid-muridnya yang nakal.

Tetapi Henry tidak pernah memarahi peserta didiknya itu, kecuali pada seorang murid yang menghina teman sekelasnya. Pada pelaku penghinaan itu, Henry memintanya untuk keluar dari kelas.

Sang guru pengganti tersebut digambarkan sebagai seseorang yang menolak memiliki perasaan dan selalu melarikan diri dari perasaan apapun yang menghampirinya.

Berbeda dengan guru pada umumnya, Henry memutuskan pindah ke sekolah yang lain jika dia merasa telah memiliki ikatan emosional di sekolah tersebut.

Dia pernah dirundung masa lalu yang penuh masalah dan merasa hilang arah. Henry sedang mencoba membangun suasana yang baik dengan murid-muridnya yang apatis dan berasal dari keluarga yang orang tuanya tidak peduli dengan anak-anaknya.

Henry selalu berusaha menjadi role model dan berusaha memahami latar belakang setiap muridnya. Di tengah dirinya yang rapuh, dia berusah selalu profesional menjalankan tugasnya sebagai seorang guru.

Suatu ketika, tiba-tiba Henry digoda oleh tiga wanita yang membuat kepribadiannya campur aduk. Tiga wanita tersebut di antaranya seorang murid perempuan bermasalah yang tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya bernama.

Yang kedua seorang remaja pelacur bernama Erica. Dan, yang ketiga guru perempuan rekan kerja Henry. Film ini juga diselingi dengan kilas balik adegan masa kecil Henry dan bunuh diri ibunya.

Film yang disutradarai oleh Tony Kaye ini rilis rilis perdana pada 25 April, 2011, di Festival Film Tribeca. Meskipun sudah rilis 10 tahun yang lalu film tersebut masih sangat layak untuk ditonton.

Membuka wawasan dan kepekaan kita tentang sekitar, terutama dalam dunia pendidikan. Bahwa banyak sekali anak-anak yang memerlukan perhatian khusus. Mereka melewati banyak masalah sendirian, dan hal tersebut sering luput dari pengamatan tenaga pendidik.

Banyak yang merasa hal tersebut adalah masalah yang remeh-temeh. Padahal apa yang mereka dapat di rumah sangat berpengaruh pada perkembangan emosional mereka.

  • Bagikan