• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Objek Wisata Budaya Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Objek Wisata Budaya Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Mengulik Sejarah Keraton Gunung Kawi yang Jadi Akulturasi 5 Agama

Redaksi by Redaksi
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Jika kita mengunjungi Objek Wisata Budaya Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, kita akan menyaksikan sendiri bagaimana 5 agama yang hidup secara harmonis.

Juru kunci Ciamsi Klenteng Dewi Kwan Im, Sholikin, menceritakan jika Objek Wisata Budaya Gunung Kawi dulunya adalah tempat menimba ilmu yang didirikan oleh Eyang Djoego (Raden Mas Soeryo Koesmono atau Kiai Zakaria II) dan Eyang Iman Soedjono (Raden Mas Iman Soedjono).

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

“Eyang Djoego dan Eyang Iman Soedjono beliau adalah ulama atau Wali Allah yang berperan menyebarkan agama Islam pada masa Perang Diponegoro (1825-1830). Dan Eyang Djoego itu masih cicit dari Kanjeng Bendoro Pakubuwono yang di Solo, masih keturunan dari Diponegoro,” ungkapnya saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

“Kalau Eyang Iman Soedjono itu masih keturunan atau trah silsilah dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Jogjakarta. Beliau masih keturunan dari Hamengkubuwono I,” sambungnya.

Objek Wisata Budaya Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Objek Wisata Budaya Gunung Kawi di Desa Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Kedua tokoh ini sendiri selain menyebarkan agama Islam, juga ikut membantu mengusir penjajah di wilayah Gunung Kawi. Keduanya juga mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan dan agama tanpa memandang ras, suku, agama hingga bahasa.

“Beliau (keduanya) selain mengajarkan agama Islam juga ikut membantu mengusir penjajah dari Bumi Nusantara. Dan mengumpulkan prajurit maupun pemuda-pemuda untuk menimba ilmu, tetapi beliau tidak membeda-bedakan ras, suku, agama, warna kulit dan bahasa,” tuturnya.

Bahkan, setiap murid diwajibkan beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka masing-masing. Tanpa harus terpaku kepada kepercayaan gurunya yang merupakan umat Islam.

“Setiap murid juga diwajibkan untuk sembahyang menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Yang Islam buatlah surau atau waqaf atau yang sekarang disebut langgar, yang Nasrani buatlah gereja, Hindu pura, Budha wihara dan untuk orang Chinese membikin klenteng,” ungkapnya.

“Makanya semua ada dari masjid, gereja pura, wihara sampai klenteng yang merupakan akulturasi budaya tadi atau Bhinneka Tunggal Ika. Karena kita semua itu benar-benar minta kepada Tuhan yang Maha Esa menurut agama dan kepercayaan masing-masing, serta menimba ilmu Eyang Djoego dan Eyang Raden Mas Iman Soedjono,” lanjutnya.

Juru kunci Ciamsi Klenteng Dewi Kwan Im, Sholikin. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Juru kunci Ciamsi Klenteng Dewi Kwan Im, Sholikin. (Foto: RAP/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Eyang Djoego dan Eyang Iman Soedjono sendiri wafat pada 1871 dan 1876, keduanya wafat hanya berselang 5 tahun. Dan hingga saat ini makam keduanya di Objek Wisata Budaya Gunung Kawi masih sering dikunjungi peziarah mulai dari orang biasa sampai pejabat publik.

“Eyang Djoego sendiri wafat pada 1871, sedangkan Eyang Iman Soedjono wafat pada 1876,” beber Sholikin.

Lebih lanjut, pria asli Desa Wonosari ini mengatakan hanya di Objek Wisata Budaya Gunung Kawi ini terdapat akulturasi budaya dari 5 agama.

“Di Malang Raya akulturasi semua budaya agama cuman ada di Gunung Kawi sini. Di sini gereja ada, pura di atas ada, keraton, wihara, masjid, klenteng,” tegasnya.

“Bangunan (kelenteng) ini juga termasuk akulturasi budaya seperti ukurannya dari Bali atau Hindu, tiangnya ini ada Jawa Mentaraman, di atas kita ini ada Paqua,” pungkasnya. (rap/gg)

Tags: Gunung KawiKabupaten MalangMalangWisatawisata religi
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Next Post
Ilustrasi Spongebob Squarepants.(Foto: Pixabay) fakta menarik spongebob tugu jatim

5 Fakta Menarik Spongebob Squarepants yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID