MALANG, Tugujatim.id – Event Microsoft Elevate Teacher Convening 2025 yang diselenggarakan di Dome Theater Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (9/10/2025) menjadi momen penting dalam pembahasan tentang perkembangan Artificial Intelligence (AI), khususnya di bidang pendidikan.
Acara yang ditujukan untuk siswa, mahasiswa, guru, kepala sekolah, dan praktisi pendidikan ini membahas peluang dan tantangan pemanfaatan AI di masa yang akan datang.
Microsoft Elevate Teacher 2025 menghadirkan pemangku kebijakan pendidikan dan juga para pakar di bidang kecerdasan artifisial. Beberapa narasumber yang hadir antara lain Dr. Taufiq Damarjati, M.Pd dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemedikdasmen RI, Jumail, B.Sc, M.Sc dari Tim SKM Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial.
Kemudian AI Skills Director for Indonesia at Microsoft Elevate, Arief Suseno, Future Technology NSEI ParagonCorp dan CEO Alkademi, Puja Pramudya, serta Rektor Cakrawala University, Alim Anggono.

AI untuk Meningkatkan Produktivitas Murid
Dihadapan seratus peserta yang hadir di event tersebut, Taufiq dalam pemaparannya menyampaikan tujuan dari pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial yang sudah diterapkan di beberapa sekolah di Indonesia.
“Pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial ini bukan menjadikan murid secara instan menjadi tentakel-tentakel yang siap kerja. Tetapi secara umum menjadikan mereka memiliki kemampuan fondasional untuk mengembangkan berpikir logis, sistematis, dan juga memiliki kemampuan literasi digital,” jelas Taufiq.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan AI bukan hanya untuk meningkatkan produktivitas murid dalam belajar, tetapi juga mampu melakukan sebuah inovasi dan kreasi secara beretika dan bertanggung jawab.
“Bagaimana mereka bisa memanfaatkan coding dan kecerdasan artifisial secara produktif, beretika, dan bertanggung jawab itu poin pentingnya,” imbuhnya.
Menambahkan apa yang telah disampaikan Taufiq, pada sesi pemaparan materi berikutnya, Jumail menyampaikan kondisi implementasi pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial di Indonesia. Ia menyebut bahwa penerapan pembelajaran coding maupun kecerdasan artifisial disesuaikan dengan kesiapan masing-masing sekolah.

“Pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial memang sudah diimplementasikan di sekolah-sekolah. Dalam tanda kutip, sekolah yang sudah siap bisa melaksanakan pembelajaran coding. Jadi tidak wajib atau paksaan dalam melaksanakan,” ujarnya.
“Sementara bagi sekolah yang belum siap melaksanakan sebagai mata pelajaran dan ingin melaksanakan, bisa dijadikan ekstrakurikuler yang terintegrasi dengan pembelajaran,” terang Jumail.
Pelatihan AI yang Inovatif di Bidang Pendidikan
Pada sesi berikutnya, Arief Suseno selaku AI Skills Director for Indonesia at Microsoft Elevate dari Microsoft Indonesia memaparkan program pelatihan AI gratis untuk tiga sektor.
Melalui program Microsoft Elevate, pihaknya memberikan pelatihan AI gratis untuk tiga sektor utama di Indonesia, yakni pemerintah, sektor non profit, dan Pendidikan.

Sementara Puja Pramudya dari Future Technology NSEI ParagonCorp sekaligus CEO Alkademi menjelaskan fokus dari ParagonCorp yang selalu ingin berpartisipasi aktif dalam inovasi dan kemajuan pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan menghadirkan program Alkademi AI Coding Challenge.
Lebih lanjut, Puja menjelaskan bahwa program ini akan memberikan wawasan seputar AI Leadership dan AI Strategy yang salah satu targetnya adalah kepala sekolah.
“Kita akan mengenalkan tentang AI Leadership dan AI Strategy, bagaimana pemanfaatan AI di sebuah organisasi yang sudah kita kembangkan dan secara terbuka akan kita latih ke pihak-pihak berwenang, termasuk kepala sekolah,” ujar Puja.
Rektor Cakrawala University, Alim Anggono juga menyampaikan hal serupa, melihat peluang AI ke depan dirasa cukup besar, ada berbagai program yang dikembangkan di Cakrawala University untuk mendukung hal tersebut.
Acara ditutup dengan workshop minecraft yang diikuti oleh guru, siswa, dan juga mahasiswa.
Event Microsoft Elevate Teacher Convening 2025 merupakan rangkaian dari kegiatan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA 2025) di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN 2025).
Event ini hadir melalui kolaborasi Microsoft Elevate, ParagonCorp, dan juga Alkademi. Serta didukung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI), Ikatan Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (IA TOKI), Cakrawala University, Achmad Zaky Foundation, dan SIRCLO.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Darmadi Sasongko








