Miras Oplosan Renggut Nyawa Warga Malang, Satu Orang Tak Sadarkan Diri

Petugas melakukan penyelidikan di rumah DS, tempat terjadinya pesta miras
Petugas melakukan penyelidikan di rumah DS, tempat terjadinya pesta miras. (Foto: Dokumen/Polsek Wonosari)

MALANG, Tugujatim.id – Sudah tidak terhitung jumlah manusia yang tewas akibat miras oplosan. Tetapi pada waktu yang sama masih saja ada orang yang nekat berpesta barang haram tersebut.

Terbaru pria berinisial AJ (30), asal Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang tewas setelah berpesta miras oplosan bersama teman-temnnya pada Minggu (7/8/2022) malam.

AJ, salah satu korban pesta maut tersebut tewas pada Selasa (9/8/2022) pagi setelah mengeluhkan sakit di bagian dada. Ia sempat dibawa ke Puskesmas Wonosari dan dirujuk ke RS Ramdhani Husada, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Korban lain berinisial DS (32) kini sedang tidak sadarkan diri di RS Wava Husada. DS sebelumnya mengeluhkan hal yang sama, yaitu sakit di bagian dadanya.

Polisi yang mendapatkan laporan dari warga segera melakukan penyelidikan dan menulusuri asal miras yang diduga menyebabkan kematian AJ ini.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, diketahui korban membeli miras di toko milik EP yang berada di Desa Ngajum, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Petugas kemudian menyita lima botol miras dari toko tersebut untuk mencegah adanya korban baru.

“Kami segera menyelidiki dan mengamankan lima botol miras tanpa merk. Akibat pesta Miras, ada dua korban. Satu meninggal dan satu dalam perawatan. Kami segera tindaklanjuti agar tidak ada korban lain,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat.

Pesta miras dilakukan pada Minggu (7/8/2022) di rumah DS yang berada di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Pesta tersebut diikuti oleh AJ, DS, dan tiga orang lainnya. Mereka meminum total tiga botol miras.

Pada tengah malam, DS tidur di teras rumahnya, sementara AJ dan lainnya pulang ke rumah masing-masing. Senin (8/8/2022) sore, AJ mengeluh sakit di sekitar dada dan meninggal keesokan harinya.

“Keluarga menolak dilakukan autopsi dan menandatangani surat pernyataan tidak melanjutkan penyelidikan. Namun demikian, kami tetap telusuri dan amankan minuman keras agar tidak ada kejadian lagi,” imbuh Ferli.

Selain lima botol miras yang disita dari toko EP, petugas juga menyita dua botol kosong ukuran 400 milimeter bekas miras dan satu botol ukuran 400 milimeter yang setengahnya terisi miras berwarna kuning bening.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim