Tugujatim.id – Salah satu buku paling laris di dunia yakni Harry Potter pernah mencatatkan peristiwa ikonik. Seri ketujuh atau terakhir buku karangan J.K Rowling ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada 13 Januari 2008 untuk versi hardcover.
Buku berjudul Harry Potter and the Deathly Hallows ini merupakan seri penutup dari 7 buku yang berkisah tentang konfrontasi akhir Harry Potter melawan Lord Voldemort.
Sementara itu, laman Wikipedia menulis, buku Harry Potter and the Deathly Hallows memecahkan rekor penjualan. Novel ini terjual 8,3 juta eksemplar di AS dan 2,65 juta eksemplar di Inggris.
Tidak hanya itu, novel tersebut juga menyabet sejumlah penghargaan. Seperti, Colorado Blue Spruce Book Award 2008, serta Asosiasi Perpustakaan Amerika Serikat menobatkan novel Harry Potter and the Deathly Hallows sebagai Buku Remaja Terbaik pada tahun 2007.
Sinopsi Singkat
Dilansir dari Laman Gramedia, sepeninggal Albus Dumbledore, dunia sihir sepenuhnya jatuh ke tangan Lord Voldemort. Kementerian Sihir runtuh, sementara Hogwarts berada di bawah kendali Pelahap Maut, dan Harry Potter menyandang status sebagai buronan kelas wahid.
Alih-alih kembali ke sekolah untuk tahun ketujuh mereka, Harry, Ron, dan Hermione menjalankan misi berbahaya yang diwariskan oleh Dumbledore: mencari dan menghancurkan sisa-sisa Horcrux—benda-benda yang menyimpan fragmen jiwa Voldemort yang membuat sang Pangeran Kegelapan menjadi abadi.
Tanpa bimbingan guru dan perlindungan penuh, ketiganya terpaksa hidup dalam pelarian di hutan-hutan Inggris. Ketegangan meningkat, sumber daya menipis, dan ujian terhadap persahabatan mereka mencapai titik nadir. Dalam perjalanan ini, Harry menemukan legenda kuno tentang The Deathly Hallows (Relikui Kematian): tiga objek sihir luar biasa (Tongkat Elder, Batu Kebangkitan, dan Jubah Gaib) yang konon dapat membuat pemiliknya menjadi Penakluk Kematian.
Harry menghadapi dilema besar: haruskah ia tetap fokus menghancurkan Horcrux seperti perintah Dumbledore, atau mencari Relikui tersebut untuk menandingi kekuatan Voldemort?
Puncak dari segala misteri dan pengorbanan membawa mereka kembali ke tempat semuanya dimulai: Sekolah Hogwarts. Di sana, sebuah pertempuran kolosal pecah antara pasukan Orde Phoenix bersama siswa Hogwarts melawan tentara Pelahap Maut.
Dalam babak penutup yang emosional, rahasia terdalam tentang Severus Snape terungkap, dan Harry menyadari bahwa untuk mengalahkan kematian, ia mungkin harus menghadapi kematian itu sendiri secara sukarela.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








