• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Muktamar NU

Suasana diskusi bertema Pesantren, Kebudayaan dan Ilmu pengetahuan. (Foto: Irham Thoriq/ Tugu Jatim)

Jelang Muktamar NU, Anak Muda dan Pengasuh Pesantren Malang Rumuskan 9 Seruan Moral

Mochamad Abdurrochim by Mochamad Abdurrochim
1 minute ago
in Islamic, News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Jelang Muktamar NU, sejumlah anak muda, santri, akademisi, dan pengasuh pondok pesantren di Kabupaten Malang berkumpul dalam forum diskusi “Jagongan Jelang Muktamar NU”. Pertemuan tersebut menghasilkan sembilan seruan moral yang menyoroti arah perjalanan Nahdlatul Ulama (NU), pesantren, hingga tantangan zaman.

Diskusi bertajuk “Pesantren, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan” itu digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Hamid, Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, pada Rabu malam (09/07/2026). Forum tersebut berlangsung sekitar tiga jam dengan menghadirkan berbagai tokoh dari lingkungan pesantren, organisasi kepemudaan, akademisi, dan komunitas.

You might also like

Kejati

Hanya 152 dari 900 Pengaju KUR Merupakan Petani, Kejati Jatim Ungkap Modus Tutupi Kredit Macet Bank Plat Merah di  Jember

09/07/2026 12:30 PM
Muktamar NU

Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Pesantren Tambakberas Jombang Sulap Gedung Madrasah Jadi Penginapan

09/07/2026 9:45 AM

Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Al Hamid KH Atho’ Lukman Hakim, Pengasuh Pesantren Rakyat sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Malang KH Abdullah Sam, Bendahara PC GP Ansor Kabupaten Malang Syahrul Karim, CEO Tugu Media Group yang juga Wakil Ketua PC GP Ansor Kota Malang Irham Thoriq.

Selain itu, hadir pula Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang Alauddin Alex, CEO Sabda Academy M Yasin Arief, Ketua Jaringan Nahdliyin Muda (JNM) M Mahrus, Pengasuh Pondok Pesantren Dzunuroin Arrofiqi Pakis Gus Arif Billah, Pengasuh Pesantren Rakyat Takhosus Gus Shidiq Zamzam, perwakilan ISNU Kabupaten Malang, Gusdurian, dosen, mahasiswa, serta santri.

Pesantren Dinilai Harus Menjawab Tantangan Zaman

Dalam pembukaan diskusi, KH Atho’ Lukman Hakim mengingatkan pentingnya kader dan pengurus NU untuk kembali memperkuat niat dalam menjalankan pengabdian.

Muktamar NU
Taun rumah KH Atho’ Lukman Hakim menyampaikan pengantar (pegang mik), KH Abdullah Sam (kiri), Muhammad Mahrus (dua dari kanan) dan Gus Arif Billah (kanan). (Foto : dok Istimewa)

Menurutnya, seluruh aktivitas organisasi harus berorientasi pada pengabdian kepada Allah SWT.

“Jadi kita harus menempatkan Allah SWT pada posisi sentral. Singkatnya, bagaimana setiap tindakan kita membuat Allah SWT tidak marah dan mendapatkan ridha-Nya,” ujar KH Atho’ Lukman Hakim.

Dia menyebut pesantren memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa. Pesantren, kata dia, bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga membentuk pola pikir, sikap, dan budaya masyarakat.

“Pesantren bukan hanya tempat mencari ilmu, tetapi pesantren adalah cara berpikir, bersikap, dan bertindak. Pesantren adalah budaya yang adiluhung serta selalu memiliki cara merespons kondisi ekonomi dan budaya masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, KH Abdullah Sam menekankan agar pesantren tetap menjaga tradisi yang selama ini menjadi kekuatan utama, termasuk tradisi spiritual yang diwariskan para kiai.

“Kita dijaga oleh wirid-wirid para kiai, santri, dan jamaah di kampung-kampung. Tidak ada rasa khawatir karena Allah SWT akan menjaga kita,” tuturnya.

Dia juga berharap NU tetap menjadi organisasi masyarakat sipil yang mandiri dan tidak mudah dipengaruhi kepentingan pihak luar.

Pesantren Diminta Perkuat Sains dan Keterampilan Santri

Dalam kesempatan yang sama, M Yasin Arief menyoroti pentingnya pesantren membangun narasi positif di tengah berbagai sorotan terhadap lembaga pendidikan pesantren.

Muktamar NU
Sejumlah peserta diskusi foto bersama usai acara. (Foto: Irham Thoriq/ Tugu Jatim)

Menurutnya, pesantren perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan teknologi, sains, dan pola pikir.

“Ada tiga hal yang penting untuk didalami di pesantren, yakni teknologi, sains, dan cara berpikir,” katanya.

Sementara itu, Irham Thoriq mendorong pesantren agar mulai mempersiapkan santri menghadapi perubahan sosial, dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri.

Dia menilai pesantren perlu membekali santri dengan keterampilan vokasional dan kreativitas agar mampu bersaing di masa depan.

“Bagaimana pesantren bisa menyiapkan itu, misalnya dengan keterampilan vokasional dan kreativitas. Karena lahan pertanian semakin menyempit, sehingga mau tidak mau kita harus menghadapi perubahan menuju masyarakat industri,” ujarnya.

Dari diskusi tersebut, para peserta merumuskan sembilan poin seruan moral menjelang Muktamar NU. Di antaranya, penguatan kembali niat kader NU dalam berkhidmah, mengembalikan NU pada khittah sebagai kekuatan masyarakat sipil, serta memperkuat hubungan antara agama, budaya, dan negara.

Selain itu, peserta juga mendorong pesantren agar aktif mengembangkan sains dan teknologi, terbuka terhadap kritik, serta menyiapkan santri dengan kemampuan vokasional dan wawasan global.

Peserta diskusi juga menyoroti pentingnya peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an di jenjang pendidikan madrasah, menjaga kepercayaan diri terhadap sistem pendidikan pesantren, serta berharap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tetap independen dan terbebas dari kepentingan eksternal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Penulis : Irham Thoriq

Editor: Mochamad Abdurrochim

Tags: Berita Muktamar NUBerita Muktamar NU ke-35Muktamar NUMuktamar NU di TambakberasMuktamar NU Ke-35Tuan rumah Muktamar NU
Mochamad Abdurrochim

Mochamad Abdurrochim

Related Stories

Kejati

Hanya 152 dari 900 Pengaju KUR Merupakan Petani, Kejati Jatim Ungkap Modus Tutupi Kredit Macet Bank Plat Merah di  Jember

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 12:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mengungkap hanya 152 orang dari sekitar 900 penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR)...

Muktamar NU

Jadi Tuan Rumah Muktamar NU ke-35, Pesantren Tambakberas Jombang Sulap Gedung Madrasah Jadi Penginapan

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 9:45 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 pada 27 sampai 31 Agustus 2026, Pondok Pesantren Bahrul Ulum...

Jawa Timur

Kontras Suhu Ekstrem dan Variasi Cuaca Jawa Timur 9 Juli 2026, dari Dingin Berkabut hingga Panas Menyengat

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 8:48 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Kamis (09/07/2026) bergerak dalam spektrum yang cukup tajam, dari hawa dingin berkabut di...

Bojonegoro

Dijanjikan Rp1,4 Juta per Bulan, Pengelola Kopdes Merah Putih Bojonegoro Kecewa Terima Upah Minim

by Mochamad Abdurrochim
08/07/2026 5:15 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa kini menuai sorotan. Sejumlah gerai...

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID