MALANG, Tugujatim.id – Tidak bisa dipungkiri, Aremania bukan saja sebagai organisasi suporter bagi team sepak bola kebanggaan warga Malang Raya, namun Aremania seolah sudah menjadi “culture” baru yang melekat bagi warga Malang.
Pasca Tragedi Kanjuruhan yang memilukan dan dualisme Arema yang tidak kunjung usai, tidak bisa dipungkiri menjadi perihal yang cukup mengkhawatirkan terhadap keutuhan dan eksistensi Arema dan Aremania.
Presiden Nusantara Gilang Gemilang (NGG) H. Puguh Wiji Pamungkas mengapresiasi tinggi atas terselenggaranya musyawarah nasional Aremania yang digelar bertepatan dengan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2024 ini.
“Munas Aremania yang diselenggarakan bertepatan dengan Hari Lahirnya Pancasila ini saya pikir momentum yang sangat bagus untuk merekonsiliasi dan konsolidasi bagi Aremania dan Arema,” jelas Puguh, pria asli Arema pemilik RSU Wajak Husada ini.

Dia mengatakan, momen munas Aremania ini harus bisa mengambil spirit Pancasila dan menjadikannya sebagai panduan dalam menjalankan roda pergerakan dengan mengedepankan prinsip Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Permusyawarahan dan Keadilan Sosial.
“Tujuannya agar Aremania yang gaungnya telah mendunia ini benar-benar menjadi teritori value bagi Malang Raya,” lanjut Dokter Puguh yang dalam pemilu legislatif kemarin terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Dwi Lindawati








