PASURUAN, Tugujatim.id – Kebakaran empat ruangan Madrasah Miftahul Muta’allimin di Dusun Tumpuk, Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, berdampak pada kegiatan belajar mengajar. Belasan murid madrasah diniyah tersebut terpaksa belajar di luar kelas.
Berdasarkan pantauan Tugu Jatim, terlihat belasan murid Madrasah Miftahul Muta’allimin mengikuti kegiatan belajar di bawah tenda pada Selasa (23/05/2023). Tenda tersebut dibangun di depan bangunan gedung madrasah yang lantai 2-nya hangus terbakar.
Kepala Madrasah Miftahul Muta’allimin Muhammad Fathur Rozi mengatakan, para murid belajar di bawah tenda ini sejak Senin (22/05/2023). Rozi menyebut pasca kebakaran, kegiatan belajar mengajar sempat terhenti selama dua hari.
“Hari Sabtu dan Minggu kemarin libur karena masih fokus membersihkan sisa-sisa kebakaran,” ujar Rozy.
Baca Juga: 4 Kelas Madrasah Miftahul Muta’alimin Pasuruan Terbakar
Dia menjelaskan, empat ruangan yang terbakar terdiri dari tiga ruangan kelas dan satu ruang yang dijadikan kantor dan perpustakaan. Ada sebanyak 19 murid yang terpaksa belajar di tenda akibat ruangannya hangus terbakar.
“Yang belajar di tenda itu ada 19 murid kelas 4, 5, dan 6,” ungkapnya.
Meski harus belajar di bawah tenda dengan beralaskan karpet, para murid tetap antusias mendengarkan materi pendidikan agama Islam dari guru madrasah. Tidak ada satu murid pun yang absen dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dimulai sejak pukul 14.00-16.00 WIB.
“Ya, meski pendidikan non formal, tapi di sini madin sudah jadi kebutuhan. Kami juga memakai kurikulum berstandar madrasah,” jelasnya.

Rozi menyatakan, bangunan lantai 2 tersebut sudah dibangun sejak sekitar 2019. Pihak pengurus sekolah sudah melengkapi ruangan kelas dengan perabotan meja, kursi, hingga papan tulis. Namun, semua perabotan tersebut ludes terbakar.
“Malah yang perpustakaan itu juga sudah siap raknya, tinggal diisi buku-bukunya saja,” imbuhnya.
Rozy memperkirakan kerugian akibat kebakaran empat ruangan Madrasah Miftahul Muta’allimin ini mencapai Rp300 jutaan. Pihak pengurus madrasah sudah mengirimkan surat permohonan bantuan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan.
Dia berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk membangun kembali ruangan madrasah yang rusak.
“Untuk dana pembangunan, kami tunggu dulu dari dinas pendidikannya, semoga ada bantuan. Kalau tidak ada ya nanti mungkin kami bangun dengan swadaya masyarakat,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran Madrasah Miftahul Muta’allimin di Dusun Tumpuk, Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, terjadi pada Jumat (19/05/2023). Kebakaran diduga akibat korsleting listrik tersebut mengakibatkan empat ruangan di lantai dua hangus terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Saat insiden terjadi, kegiatan belajar mengajar madrasah masih libur.








