MOJOKERTO, Tugujatim.id – Situs Bhre Kahuripan di Mojokerto kembali diekskavasi. Penggalian situs yang juga akrab disebut Situs Klinterejo ini berfokus pada struktur mandala bintang dan sisa pagar sisi selatan. Namun ternyata Situs Klinterejo juga mempunyai sebutan lain, selain disebut pula Situs Bhre Kahuripan. Lalu apa sebutan lain tersebut?
Laman Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menulis bahwa situs ini juga dikenal dengan sebutan Situs Yoni Klinterejo. Nama tersebut muncul sebab dikaitkan dengan keberadaan sebuah yoni yang berada di lokasi situs.
Baca Juga: Ekskavasi Lanjutan, Begini Temuan Arkeolog di Situs Klinterejo Mojokerto
Ukuran yoni yang dimaksud cukup besar. Yoni tersebut memiliki panjang 191 cm, lebar 184 cm dan tinggi 121 cm serta terdapat pahatan dengan motif naga. Sementara, terdapat pahatan berhias pola simetris pada badan yoni, termasuk sulur-suluran dan daun-daun. Pada satu sisi yoni terdapat bingkai pahatan berangka Jawa kuno.
Penggalian Situs di 2 Titik
Kini Situs Bhre Kahuripan diekskavasi kembali pada 2 titik. Penggalian sebelumnya berada pada bagian barat situs yang akrab pula dikenal dengan Situs Klinterejo ini. Tim arkeolog BPK XI Jawa Timur kali ini akan mengungkap struktur mandala bintang yang diduga mempunyai luas sekira 17×17 meter.
Arkeolog BPK XI Muhammad Ichwan menjelaskan bahwa terdapat bagian lancip dari struktur yang menyerupai bintang pada sisi selatan situs. Bagian lancip ini juga makin terlihat jelas.
“Ekskavasi kali ini untuk mengungkap struktur itu, termasuk struktur dari pagar pada sisi bagian selatan Situs Klinterejo,” terangnya, Minggu (27/07/2025).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








