Nekat Terobos Jalan Tanpa Rambu “Belok Kiri Jalan Terus”, Siap-siap Denda Rp 500 Ribu

  • Bagikan
Salah satu persimpangan di Jalan Basuki Rahmat (Bank BCA), Kota Malang tanpa ada rambu belok kiri langsung. (Foto : Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Salah satu persimpangan di Jalan Basuki Rahmat (Bank BCA), Kota Malang tanpa ada rambu belok kiri langsung. (Foto : Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Jika tidak menemui adanya rambu belok kiri langsung atau jalan terus saat lampu merah di persimpangan jalan, sebaiknya Anda mengurungkan diri untuk menerobos. Pasalnya, bisa berbahaya buat orang lain maupun Anda sendiri.

Jika diproses, maka anda bisa kena sanksi denda Rp 500 ribu. Apalagi, dalam waktu dekat, sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di Kota Malang akan segera diterapkan.

Brdasarkan UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 112 ayat tiga, maka belok kiri langsung dilarang kecuali ada rambu-rambu yang membolehkan alias ‘Belok Kiri Jalan Terus’.

Sebenarnya, aturan ini sudah lama diberlakukan. Hanya saja, pantauan reporter di sejumlah titik seperti di persimpangan Jalan Basuki Rachmat, tepatnya di sisi Bank BCA masih ditemui banyak pengendara menerobos. Padahal, tidak ada rambu mengatakan Belok Kiri Jalan Terus di tempat itu.

Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution mengatakan bahwa hal itu adalah pelanggaran. Karena memang tidak ada rambu tambahan yang menyatakan Belok Kiri Jalan Terus selama masih lampu merah.

“Kalau gak ada rambu tambahan, maka masyarakat pengguna kendaraan harus mengikuti isyarat lampu lalu lintas,” jelasnya.

Sebab itu, untuk menegakkan aturan lalu lintas ini, kamera e-TLE penting menurut dia untuk segera dipasang. Terlebih di titik-titik rawan terjadi pelanggaran hingga rawan laka karena pengendara menerobos ini.

Rama menambahkan, bila pengguna kendaraan melanggar aturan tersebut, maka petugas kepolisian bisa menilang dan mengenakan sanksi denda maksimal sebesar Rp 500 ribu. ”Sesuai Pasal 287 ayat (2) UU No 22 Tahun 2009,” pungkasnya. (azm/gg)

  • Bagikan