PASURUAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan menggelar lomba balap dayung guna memperingati HUT ke-78 Republik Indonesia (RI). Festival Dayung Wali Kota Cup yang ketujuh ini digelar di pesisir pantai Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Jawa Timur, pada Sabtu (19/8/2023).
Tradisi lomba balap dayung ini pun jadi hiburan warga sekitar. Bahkan para nelayan pesisir Pasuruan rela libur melaut demi memeriahkan lomba dayung agustusan ini.
Berdasarkan pantauan, perlombaan dayung ini dimulai sejak pukul 10.00 WIB. Sebanyak 27 tim dayung dari nelayan hingga atlet di Kota Pasuruan maupun Kabupaten Pasuruan saling bersaing menjadi yang tercepat di lintasan.

Dengan menggunakan perahu nelayan kecil, para peserta harus mendayung sejauh 300 meter bolak balik.
Di mana satu perahunya didayung oleh lima peserta. Di tengah laut, mereka harus memutari tonggak kayu bendera merah putih terlebih dulu, sebelum kembali ke garis finish.
Slamet Mardianto, peserta dari Tim Baruklinting, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, mengaku senang bisa menang di sesi pertama “Senang tadi menang, bisa dapat uang,” ucapnya.
Tim Baruklinting sendiri merupakan atlet-atlet dayung yang tergabung dalam Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Pasuruan.
Selain memeriahkan suasana HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, mereka juga sekaligus pemanasan jelang pertandingan Porprov Jatim 2023 yang akan digelar di Mojokerto, Jawa Timur.
“Totalnya ada 16 atlet yang ikut lomba ini. Kalau untuk lomba balap dayung wali kota cup ini kita latihan cuma dua hari,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo mengatakan bahwa Festival Dayung Wali Kota Cup ini akan terus digelar rutin tiap tahunnya karena terbukti menarik banyak wisatawan. “Hari ini kita lihat lomba dayung ini jadi sebuah hiburan rakyat. Dan bisa kita pasarkan jadi salah satu potensi wisata kita,” ucapnya.
Dia berharap, lomba balap dayung ini bisa digelar lebih profesional, sehingga tidak hanya menjadi sekedar hiburan, namun juga bisa mencetak atlet olahraga berprestasi di bidang dayung. “Ini mengangkat tradisi warga dan juga kalau bisa lebih profesional kita, tentu bisa mendongkrak dari sisi olahraganya,” pungkasnya.
Reporter: Laoh Mahfud
Editor: Lizya Kristanti








