Nobar Film G30S/PKI di Sebuah Masjid di Malang Viral, Warganet Geram

  • Bagikan
Takmir Masjid Al-Mu'minun, M Nur
Takmir Masjid Al-Mu'minun, M Nur ketika ditemui tugumalang,id partner Tugu Jatim. (Foto: AZM)

MALANG – Viral salah satu masjid di Malang diduga menjadi tempat nonton bareng film G30S/PKI. Hal tersebut ramai menjadi perbincangan warganet pasca diunggah oleh salah satu akun twitter @narkosun yang mengupload foto-foto nobar diduga tengah menonton Film G30S/PKI tersebut.

Dalam foto tersebut, nonton bareng film G30S/PKI dilakukan sekitar pukul 20.16 WIB, Selasa(29/9/2020). Cuitan @narkosun bertuliskan “masjid kok dijadikan tempat nobar G 30S. Padahal banyak adegan kekerasanya. Untung sepi peminat, artinya banyak yg waras. Kejadian di salah satu masjid di Malang, Jatim”.

Tentu, unggahan tersebut mendapat banyak respon dari para warganet dengan retweet 110 dan komentar serta disukai 384. Pemilik akun @hanssolo menuliskan Subhanallah Astagfirullah inilah yang terjadi bila beragama tanpa akal dan pengetahuan. @anishartanto juga menanggapi dengan menuliskan nobar didalam masjid ya, padahal di tempatku acara pengajian rutin mingguan dll yang dipakek di luar bukan didalamnya masjid.

@andriandjaya menuliskan cuman di Indonesia masjid dijadikan bioskop bagi mereka smua halal sih. Sementara itu, nobar yang dilakukan di masjid semakin nyata pasca ditemukanya selebaran yang memberitakan bahwa sholat isya diadakan di masjid dilanjut nonton bareng pemutaran fik G30S PKI.

Nobar film G30S/PKI di sebuah masjid di Malang yang menjadi perbincangan warganet di Twitter. (Foto: Dokumen)
Nobar film G30S/PKI di sebuah masjid di Malang yang menjadi perbincangan warganet di Twitter. (Foto: Dokumen)

Baca Juga: Hobi Menyaksikan Video Binatang Lucu dan Imut Baik untuk Kesehatan, Studi Membuktikan

Selembaran tersebut juga mewajibkan untuk menggunakan masker, melewati bilik, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer yang sudah disediakan. Dilihat dari foto yang beredar ada dua layar berdiri di samping kanan dan kiri tempat imam shalat berdiri. Lebih dari 10 pria tampak duduk di atas karpet warna merah melihat dengan seksama film diduga film G30S/PKI tersebut.

Bahkan beberapa anak juga terlihat duduk di shof depan melihat film yang mengandung unsur kekerasan tersebut. Namun, sampai saat ini, pihak takmir masjid yang digunakan untuk nonton bareng masih belum memberikan keterangan setelah wartawan media ini menghubungi pihak masjid.

 

Takmir Masjid di Malang Akui Gelar Nobar Film G30S/PKI sebagai Upaya ‘Jas Merah’

Viral masjid di Malang dijadikan sebagai tempat nobar film G30S/PKI oleh akun @narkosun. Disebutkan, masjid tersebut berada di Kota Malang. Informasi yang dihimpun, masjid yang menggelar acara nobar itu yakni di Masjid Al-Mu’minun di Jalan Mahakam, Kota Malang.

Saat dikonfirmasi, Takmir Masjid Al-Mu’minun, M Nur mengakui jika masjid yang dikelolanya memang menggelar acara nobar film garapan Arifin C. Noer pada 1984 silam tersebut. Nobar dilaksanakan pada Selasa (29/9) malam menyambut hari peringatan G30S/PKI.

Diakui M. Nur, pemutaran film ini bertujuan sebagai edukasi sejarah kelam perjalanan Indonesia hingga kini terhadap generasi muda di lingkungannya.”Biar mereka anak-anak muda, remaja masjid disini tidak lupa sejarah. Kan mereka gak tau. Kalau dulu kan film ini wajib diputar,” ungkapnya dikonfirmasi di lokasi, Kamis (1/10).

Bagi dia, maksud dan tujuan digelarnya nobar ini cukup penting untuk menumbuhkan semangat nasionalisme. Sebagai benteng kata dia terhadap pandangan ideologi yang dianggapnya berlawanan. Sebab itu, kegiatan nobar ini memang lahir dari inisiatif warga sendiri dan digelar secara internal.

”Tujuannya murni baik, gak ada niat apa-apa. Ini juga sekaligus biar ada kegiatan aktif anak muda disini. Lagian inu digelae untuk internal sini saja. Nobar sambil kumpul-kumpul kan enak,” ujarnya.

Nur menambahkan jika kegiatan serupa juga telah berlangsung setiap tahunnya. Jadi jika akhir-akhir ini muncul pro kontra di media sosial, pihaknya tidak terlalu mempermasalahkannya.

”Pro kontra itu sudah biasa. Sepanjang niatan kami baik saya rasa tak apa-apa. Ini murni untuk edukasi membentengi anak-anak muda dari pengaruh buruk melalui sejarah di film ini,” pungkasnya,

Nur melanjutkan, dalam pelaksanaan nobar tersebut juga tidak menghadirkan kerumunan. Pihaknya tetap memberlakukan protokol kesehatan. Hanya ada sekitar 20 orang yang ikut saat itu.

”Gak sampai 20 orang, kita gal sampai larut malam waktu itu. Kita juga tetap pakai protokol kesehatan,” imbuhnya. (rza/azm/zya/gg)

  • Bagikan