JEMBER, Tugujatim.id – ODGJ di Jember menelan paku dan kawat besi, berhasil dievakuasi dalam keadaan terpasung
MVA (23) mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dirujuk ke Rumah Sakit Radjiman Wediodiningrat, Lawang, setelah ditemukan memiliki benda asing berupa paku, koin dan kawat besi di dalam perutnya.
Mengetahui kabar tersebut, Dinas Sosial PPPA Kabupaten Jember melalui UPTD Liposos langsung melakukan tindak lanjut evakuasi di Desa Wonosari, Kecamatan Puger.
Proses rujukan dilakukan pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB setelah sebelumnya klien ditemukan dalam kondisi terpasung di rumahnya.
Tim kemudian melakukan asesmen serta koordinasi lintas sektor untuk memastikan pasien mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengaktifkan jaminan kesehatan melalui layanan Universal Health Coverage (UHC) di Puskesmas Kasiyan.
Selain itu, komunikasi juga dilakukan dengan pihak rumah sakit agar proses penerimaan pasien berjalan lancar.
Setibanya di rumah sakit, pasien langsung menjalani serangkaian pemeriksaan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD), termasuk pemeriksaan radiologi menggunakan rontgen. Selama proses tersebut, tim UPTD Liposos memberikan pendampingan penuh.
Hasil pemeriksaan menunjukkan temuan yang cukup mengejutkan. Dari hasil rontgen, terdapat lima benda asing di dalam perut pasien yang diduga berupa dua paku, dua koin, dan satu kawat besi.
Kondisi tersebut diduga menjadi penyebab keluhan nyeri perut, penurunan nafsu makan, serta sensasi ingin buang air besar terus-menerus.
Pendampingan dan Peran Keluarga Ditekankan
Tim medis menyebutkan kondisi tersebut berpotensi memerlukan tindakan lanjutan, termasuk kemungkinan operasi untuk mengeluarkan benda asing dari tubuh pasien.
Oleh karena itu, keterlibatan keluarga dinilai penting dalam proses pengambilan keputusan medis.
Menindaklanjuti hal tersebut, tim UPTD Liposos segera berkoordinasi dengan keluarga pasien. Pihak keluarga pun menyatakan kesediaannya untuk mendampingi selama proses perawatan berlangsung.
Mereka juga mengaku telah mencurigai adanya gangguan pada bagian perut pasien sejak beberapa waktu terakhir.
Kepala UPTD Liposos, Roni Efendi, menegaskan bahwa penanganan ODGJ tidak berhenti pada tahap evakuasi, tetapi harus berlanjut hingga proses perawatan dan rehabilitasi.
“Pendampingan tidak berhenti saat klien tiba di rumah sakit. Kami memastikan seluruh proses berjalan optimal, mulai dari administrasi, pemeriksaan, hingga perawatan lanjutan,” ucap Roni.
Menurut Roni, perlu adanya keterlibatan keluarga dalam penyembuhan ODGJ agar prosesnya berjalan dengan cepat dan maksimal.
“Keterlibatan keluarga juga sangat penting agar proses penyembuhan dapat berjalan lebih maksimal,” ujarnya.
Setelah pemeriksaan selesai, pasien dipindahkan ke ruang rawat inap untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tim juga membantu pengurusan obat serta memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai standar.
Penanganan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari tenaga medis, petugas administrasi, hingga tim sosial. Upaya terpadu tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi pasien, baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: M. Imron Fauzi/ Kontributor
Editor: Darmadi Sasongko








