• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
pedagang daging

Suasana UPT Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Blandongan Pasuruan yang sepi akibat adanya mogok kerja pedagang daging dan jagal sapi (dok warga)

Pedagang Daging dan Jagal Sapi di Kota Pasuruan Mogok Kerja Protes Harga Sapi dan Daging Ilegal

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
2 months ago
in Peristiwa
0
Share on FacebookShare on Twitter

PASURUAN, Tugujatim.id – Pedagang daging dan jagal sapi di Kota Pasuruan mogok kerja. Mereka memprotes harga sapi dan peredaran daging Ilegal.

Para Pedagang kompak menggelar aksi mogok kerja massal sebagai wujud protes kondisi usaha para pedagang sapi dan jagal yang semakin tertekan.

You might also like

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM
BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

03/06/2026 10:41 PM

Sejak pagi, tidak terlihat aktivitas penyembelihan hewan atau transaksi daging di UPT Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Blandongan Kota Pasuruan.

Aksi mogok ini diakibatkan oleh beragam persoalan, mulai dari banyaknya peredaran daging ilegal dengan harga murah di pasaran sementara harga daging sapi terus melonjak tinggi dan mengalami kelangkaan.

Ketua Paguyuban Pedagang dan Jagal Sapi Kota Pasuruan, M Syaifulloh, mengungkapkan bahwa selama ini para pedagang daging merasa kurang memperoleh perhatian serius dari pemerintah daerah terkait maraknya peredaran daging ilegal yang dijual murah.

“Kami melaksanakan mogok kerja selama dua hari sebagai wujud protes kami terhadap pemerintah. Bertahun-tahun sudah kami didiamkan, seolah-olah pemerintah daerah itu tuli dan bisu untuk memberantas peredaran daging ilegal yang dijual sangat murah di pasaran,” ujar Syaifulloh pada Sabtu (4/3)

Menurut Syaifulloh peredaran daging ilegal yang dijual jauh lebih murah dibawah harga pasar mengakibatkan pedagang resmi makin tertekan. Apalagi saat ini harga sapi hidup terjadi kenaikan yang signifikan.

“Selain itu kami mogok kerja juga dikarenakan kenaikan harga sapi yang signifikan. Kami memiliki tanggung jawab moral kepada para pembeli untuk tetap menyajikan daging segar yang layak konsumsi dan halal,” ungkapnya.

Syaifulloh mengatakan harga daging sapi yang resmi dari UPT Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Blandongan, Kota Pasuruan, saat ini berada di kisaran Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu per kilogramnya, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) di Kota Pasuruan.

Di sisi lain, daging ilegal dijual dengan harga yang jauh dibawah rata-rata, bahkan ada yang menjual seharga Rp 90 ribu saja. Keadaan ini mengakibatkan masyarakat lebih cenderung memilih harga daging sapi yang murah tanpa pertimbangan aspek kehalalan dan kesehatan.

“Secara otomatis warga milihnya yang harga lebih murah tanpa mempertimbangkan dampak bagi kesehatan,” imbuhnya.

Aksi mogok kerja ini juga dianggap sebagai dukungan pedagang kepada pemerintah dalam upaya menjaga aspek kesehatan masyarakat. Para pedagang mendukung agar seluruh daging yang beredar di pasaran berasal resmi dari RPH, sehingga kualitasnya terjamin serta bisa menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal serupa dinyatakan oleh seorang pedagang bernama Faisal. Ia menyatakan semua pedagang daging di pasar-pasar di Kota Pasuruan sudah sepakat untuk ikut mogok kerja.

“Semua pedagang di pasar-pasar di Kota Pasuruan sekarang bersepakat untuk ikut mogok kerja. Dengan harapan pihak pemerintah daerah mau mendengarkan keluh kesah kami para pedagang daging,” ujar Faisal.

Faisal mengatakan dalam kondisi yang normal dirinya mampu menjual hingga 80 kilogram daging setiap harinya, atau berkisar satu kuintal apabila termasuk tulang dari seekor sapi.

Aksi mogok kerja para pedagang daging dan jagal sapi ini dipusatkan di UPT Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Blandongan, Kota Pasuruan yang jadi titik berkumpulnya para pedagang daging sapi dan jagal sapi.

Para pedagang berharap agar pemerintah bisa segera menentukan langkah tegas untuk menindak peredaran daging ilegal dan menstabilkan harga jual daging sapi, agar masyarakat tetap memperoleh daging yang sehat, aman dan halal, serta agar usaha pedagang sapi resmi tetap berjalan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Penulis: Maulida N/ Magang

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita PasuruanKota PasuruanPemkot Pasuruan
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

BGN

Eks Kepala BGN Jadi Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Modus hingga Harta Kekayaan Dadan Hindayana Terkuak

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 10:41 PM
0

Tugujatim.id - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus...

Lansia di Surabaya.

Ruko Terbakar, Lansia di Surabaya Jadi Korban Tewas Diduga Hirup Asap Pekat saat Selamatkan Diri

by Dwi Linda
31/05/2026 7:55 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Rumah toko (ruko) dua lantai di Jalan Sidoyoso IV Nomor 51, Kelurahan dan Kecamatan Simokerto, Surabaya, Minggu...

Truk parkir.

Pemotor Tewas Tabrak Truk Parkir di Lawang Malang, Ini Kronologinya!

by Dwi Linda
31/05/2026 5:05 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kecelakaan maut melibatkan pemotor vs truk parkir terjadi di Jalan Raya Dr Sutomo, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang,...

Next Post
Jumat Agung

146 Personel Kepolisian Disiagakan Dalam Rangkaian Ibadah Jumat Agung 

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID