SURABAYA, Tugujatim.id – Puncak arus balik mudik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diperkirakan terjadi pada H+10 atau H+12 Lebaran 2023 atau sekitar tanggal 3 atau 5 Mei 2023.
“Arus balik perkiraan kami itu sekitar H+10 atau H+12 itu sekitar tanggal 3 atau 5 Mei nanti,” kata General Manager (GM) Pelabuhan Kalimas dan Terminal Penumpang GSN (Gapura Surya Nusantara) Dhany Rahmat Agustian kepada Tugujatim.id pada Kamis (27/04/2023).
Dhany menuturkan, perbedaan puncak arus balik mudik dengan moda transportasi lainnya disebabkan karena sebagian besar penumpang kapal merupakan seorang pekerja sektor non-formal sehingga tidak terikat pada aturan cuti Lebaran. Diketahui, puncak arus balik di moda transportasi darat dan udara terjadi pada 24-25 April 2023 dan 30 April-1 Mei 2023.
“Kenapa lebih panjang dibanding dengan moda transportasi lain karena memang rata-rata penumpang kapal laut ini pekerja sektor non-formal jadi mereka punya keleluasaan waktu yang lebih panjang dibanding pekerja formal di mana rata-rata bekerja di sektor perkebunan, swasta seperti tukang dan lain-lain,” tutur Dhany.
Dhany menuturkan, pihaknya belum dapat memastikan terkait jumlah penumpang yang akan turun maupun berangkat saat puncak arus balik nanti. Namun, diprediksi akan ada kenaikan penumpang sekitar 16,05 persen.
“Belum kami prediksi yang di arus balik pada tahun lalu itu memang di angka sekitar 9 ribu orang, tapi prediksi kami lebih untuk tahun ini karena hasil estimasi perhitungan statistik perkiraan 2023 total ada kenaikan sekitar 16,05 persen untuk penumpang,” bebernya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi keamanan seperti jajaran TNI Polri, stakeholder pelabuhan, Pemkot Surabaya, hingga Pramuka.
“Keamanan kami sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak TNI-Polri, semua sudah siap untuk mem-backup dan juga pihak-pihak stakeholder yang ada, baik itu operator kapal maupun regulator dan dibantu oleh pemkot dan bantuan pihak Pramuka dan pihak-pihak terkait yang berkepentingan dengan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” jelasnya.







