SURABAYA, Tugujatim.id – Paul Munster, pelatih Persebaya kecewa dan menyayangkan putusan PSSI atas tindakan pemain PSS Sleman Wahyu Hamisi yang menandang kepala Bruno Moreira.
Aksi pelanggaran yang dilakukan Hamisi tersebut terjadi saat Persebaya melawan PSS Sleman di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya pasa Minggu (3/3/2024) lalu.
Atas tindakan tersebut, Persebaya melayangkan surat kepada Presiden PSSI Erick Thohir untuk menindak tegas Wahyu Hamisi yang melakukan tindakan brutal kepada Bruno Moreira saat dalam keadaan terjatuh.
Hingga akhirnya, Hamisi dijatuhi sanksi oleh Komdis PSSI lsanksi dengan larangan bermain sebanyak 3 pertandingan dan denda sebesar Rp 25 juta.
Baca Juga: Kecewa! Pelatih Persebaya Sentil Pejabat PSSI Akibat Kinerja Wasit Liga 1
Pelatih Persebaya Paul Munster menyebut jika hukuman tersebut tidak setara dengan pelangaran keras yang dilakukan Hamisi kepada anak asuhnya.
Menurutnya, hukuman yang setimpal yang dijatuhkan kepada Hamisi harusnya sama seperti hukum tindak pidana.
“Saya kaget saat mendengar hasil ini. Ini menggelikan. Jika seseorang melakukan ini di jalan, Anda (dipenjara) 3 tahun, minimal 3 tahun penjara. Jadi tiga pertandingan, apa yang bisa saya katakan tentang situasi ini? Ini memalukan,” kata Paul Munster, Minggu (10/3/2024).
Bagi pelatih 42 tahun tersebut, tindakan Hamisi yang membahayakan pemain Persebaya tidak bisa ditiru oleh pertandingan liga manapun.
“Ini tidak memberi contoh untuk siapa pun di semua liga. Liga 1, Liga 2, Liga 3. Hal ini bukanlah contoh yang bagus untuk situasi ini,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Imam A. Hanifah








