JEMBER, Tugujatim.id – Wacana perubahan struktur organisasi perangkat daerah (SOTK) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, memicu kontroversi, terutama terkait rencana penggabungan dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana (DP3AKB) dengan dinas sosial (dinsos).
Koordinator Jember Organisasi Masyarakat Sipil (JOMS) Sri Sulistyani mengungkapkan keberatan terhadap rencana tersebut. Menurut dia, penggabungan kedua dinas berpotensi memperlemah upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak karena perbedaan pendekatan yang signifikan antara Dinas Sosial dan DP3AKB.
Baca Juga: Akomodasi Revisi Perda, Bupati Jember: Warga Berobat Gratis di RS Se-Indonesia
“Perlindungan perempuan membutuhkan pendekatan yang komprehensif meliputi aspek psikologis, fisik, hukum, hingga pemberdayaan,” ujar Sri Sulistyani pada Selasa (18/03/2025).
Dia juga mengkritisi lemahnya jaminan tertulis dalam rancangan peraturan daerah terkait perlindungan perempuan.
JOMS mengkhawatirkan bahwa penggabungan ini akan berdampak pada berkurangnya fokus dan intensitas dalam penanganan kasus perempuan dan anak. Bahkan, memperingatkan agar pemerintahan Jember periode 2025-2030 tidak menjadi rezim yang mengabaikan kepentingan perempuan.
Restrukturisasi Tak Mengurangi Pelayanan
Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Pemkab Jember Agustin Eka Wahyuni menjelaskan, restrukturisasi ini bertujuan untuk efisiensi tanpa mengurangi fungsi pelayanan.
“Tupoksi dan bidang serta UPT tetap dipertahankan. Justru dengan restrukturisasi ini, kami berharap pelayanan dapat lebih optimal,” ujarnya.
Dia menambahkan, penggabungan ini merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran yang diperkirakan dapat menghemat sekitar Rp10 miliar. Dana hasil penghematan ini rencananya akan dialokasikan untuk program pelayanan langsung kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Jember menekankan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap penyusunan dan mereka terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat sebelum finalisasi.
“Kami menerima kritik dan saran konstruktif karena tujuan kami adalah menciptakan struktur yang ramping namun kaya fungsi,” ujar Agustin Eka Wahyuni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








