• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau lokasi longsor di Perum Griya Sulfat Inside, Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang, Selasa (19/01/2021). (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

Wali Kota Malang Sutiaji saat meninjau lokasi longsor di Perum Griya Sulfat Inside, Kelurahan Bunulrejo, Kota Malang, Selasa (19/01/2021). (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

Pemkot Malang Akan Panggil Pengembang Perumahan soal Insiden Longsor

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Peristiwa longsornya plengsengan di Perumahan Griya Sulfat Inside, Kelurahan Bunulrejo, Blimbing, Kota Malang, pada Senin (18/01/2021), itu menuai reaksi dari Wali Kota Malang Sutiaji. Sebab, kejadian ini membuat satu penghuninya belum dapat diketahui keberadaannya hingga kini. Diduga kuat, korban atas nama Roland Sumarna, 40, hilang terseret arus Sungai Bango.

Atas kejadian ini, Wali Kota Malang Sutiaji pun langsung meninjau lokasi terjadinya longsor pada Selasa (19/01/2021). Dia turut berbelasungkawa dan berharap petugas SAR bisa segera menemukan titik terang terkait keberadaan korban.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

Dalam waktu dekat, Sutiaji akan memanggil pihak pengembang perumahan terkait segala hal perizinan hingga analisis mengenai dampak linngkungan (amdal) perumahan yang dibangun berada di bibir sungai ini.

Dari hasil tinjauannya, sedari awal dibangun dengan lokasi di bibir sungai, sudah seharusnya potensi longsor diantisipasi pihak pengembang. Termasuk mempertimbangkan kejadian luar biasa seperti faktor cuaca dan intensitas hujan.

“Nanti akan kami kroscek ke pengembang soal perizinan dan lain-lainnya. Apalagi sekarang banyak bangunan berdiri di bibir sungai. Harusnya sudah tahu nggak boleh,” paparnya.

Hal senada dikatakan Kepala DPUPRPKP Kota Malang Hadi Santoso, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait proses pembangunan kavling Perumahan Griya Sulfat Inside ini.

“Nanti akan kami ukur lagi pelanggarannya seberapa. Sebab, dari bibir sungai, seharusnya kan 6 meter. Itu yang longsor kan jalan buntu dan akhirnya dibuat untuk parkir motor,” kata dia usai meninjau lokasi kejadian.

Lokasi tanah plengsengan yang longsor di bibir Sungai Bango setinggi 15 meter. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)
Lokasi tanah plengsengan yang longsor di bibir Sungai Bango setinggi 15 meter. (Foto: Azmy/Tugu Jatim)

Tercatat ada 3 rumah di lokasi kejadian yang rawan longsor karena jaraknya ke bibir sungai hanya 5 meter. Pria yang akrab disapa Soni ini mengatakan, itu tidak ideal sesuai regulasi yang ditentukan. Dalam kasus ini, sudah semestinya kualitas dinding penahan juga harus diperkuat.

“Nanti mereka (pengembang) akan dipanggil untuk bertanggung jawab atas kejadian ini. Akan kami kroscek lagi kecocokan antara siteplan dan faktanya,” ujarnya.

Banyak Ditemukan Retakan Pada Bangunan

Sementara menurut penuturan Ketua RT setempat Abdul Karim, jika tanah plengsengan yang ambles merupakan tanah urukan. Dia mengatakan, kedalaman urukan itu mencapai 12-15 meter.

Hal itu sebenarnya sudah dikhawatirkan sejak lama karena ada tanda keretakan di sejumlah bangunan. Pihak RT sendiri sebenarnya sudah berencana mengajak pihak pengembang untuk bertemu. Sebab, ada saluran gorong-gorong yang pecah sehingga berpotensi menggerus tanah perumahan.

“Cuma belum sempat dan sekarang sudah kejadian duluan. Jadi, ada gorong-gorong yang pecah, mungkin itu yang menggerus tanah sehingga tanahnya bergerak. Apalagi itu kan tanah urukan (awalnya) dalamnya ada 12-15 meter,” jelasnya.

“Sebelumnya, juga ada lagi keretakan baru dan sudah diperbaiki sendiri sama korban (Roland, red). Malah dibuat kolam ikan juga,” imbuh dia.

Hingga saat ini, Basarnas dan tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi pencarian korban. Istrinya, Yunijah, 26, sudah diungsikan di rumah warga yang lebih aman. Selain itu, total ada 14 warga lain di sekitar lokasi kejadian turut diungsikan guna mengantisipasi kejadian tak diinginkan karena ada laporan tanah bergerak.

Karim mengaku turut bersedih atas kejadian longsor yang tergolong baru kali pertama terjadi di wilayah ini. Apalagi sampai menelan korban jiwa di mana warganya itu bahkan baru saja menikah dan menempati rumah di lingkungan itu.

“Mereka baru saja jadi warga saya pada Desember 2019 lalu. Katanya baru nikah juga. Semoga saja ada keajaiban dari Allah. Mohon doanya ya,” ujarnya. (azm/ln)

Tags: banjir Malangbencana longsorKota MalanglongsorPemkot MalangTanah Longsor
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
Ilustrasi melakukan aktivitas olahraga seperti bersepeda juga sebaiknya diawali dengan doa agar selamat dan terhindar dari bahaya. (Foto: Pixabay)

5 Manfaat Berdoa Sebelum Memulai Aktivitas

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID