SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mengklaim jika angka kemiskinan tahun ini turun sebanyak 0,56 persen dan penurunan tertinggi se-Pulau Jawa.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, angka kemiskinan di Jawa Timur saat ini berada di 9,79 persen. Jumlah tersebut berkurang 0,56 persen dibanding tahun lalu, Maret 2023 sebesar 10,35 persen.
“Penurunan tertinggi se-Pulau Jawa. Kami optimis, bulan ini bisa turun satu digit bahkan bisa menghilangkan saat akhir tahun,” kata Pj Gubernur Adhy Karyono.
Dia mengklaim, penurunan angka kemiskinan ini tidak lepas dari peran pemerintah melalui berbagai program seperti Jatim Satya atau akronim dari Jatim Sejahtera dan Mulia. Ada tiga hal pokok yang dilakukan.
Pertama, pemenuhan kebutuhan dasar diiringi pengurangan beban pengeluaran PKH Plus hingga Pendidikan Gratis Berkualitas (KANTISTAS) lewat Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP).
“Realisasi PKH untuk Keluarga Penerima Manfaat di Jatim sudah di angka 98,51 persen dari Maret-April 2024,” ujarnya.
Kedua, peningkatan ekonomi melalui program pemberdayaan usaha perempuan atau Jatim Puspa. Selain itu, peminjaman modal usaha ke masyarakat juga digalakkan.
“Kredit UMKM di triwulan pertama tahun ini mencapai Rp218 triliun dan tumbuh sebesar 7,39 persen YoY. Lalu pada skala mikro 10,82 persen dan skala kecil 4,90 persen,” tuturnya.
Baca Juga: 5 Daftar Harga Jam Tangan Rolex Original Termahal, Bikin Melongo Dibanderol Rp250 Miliar
Ketiga, menekan wilayah yang masuk dalam kantong kemiskinan. Beberapa wilayah masuk dalam kategori ini. Namun, tingkat kemiskinan di Jawa Timur tertinggi di wilayah Tapal Kuda Madura.
“Ada upaya untuk menekan angka kemiskinan yang komprehensif di daerah ekstrem itu,” terangnya.
Salah satu program yang dilakukan adalah rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Sementara itu, Kepala BPS Jatim Zulkipli mengapresiasi turunnya angka kemiskinan di Jawa Timur. Meski jumlah rata-rata rumah miskin di provinsi ini 4,24 juta jiwa pada Maret 2024.
“Kalau dilihat dari tahun lalu, penduduk miskin di perkotaan turun 61 ribu. Sedangkan di desa turun 145 ribu jiwa,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








