• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pemutakhiran Barcode Biosolar

tampak sejumlah kendaraan roda empat yang tengah mengisi BBM di SPBU di Tuban (Foto : Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Pemutakhiran Barcode Biosolar Dinilai Wajar, Cegah Penyalahgunaan BBM Subsidi Tepat Sasaran

Mochamad Abdurrochim by Mochamad Abdurrochim
2 months ago
in Pilihan Redaksi
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Pemutakhiran barcode Biosolar dinilai sebagai langkah wajar untuk mencegah penyalahgunaan BBM subsidi sekaligus memastikan distribusi tepat sasaran. Kebijakan ini dilakukan di tengah masih ditemukannya potensi penyimpangan oleh pihak yang tidak berhak.

Pakar ekonomi dan bisnis Universitas Airlangga Surabaya, Imron Mawardi, menilai pengetatan sistem distribusi menjadi hal penting, terutama untuk memastikan subsidi energi benar-benar dinikmati kelompok yang membutuhkan.

You might also like

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

01/06/2026 10:33 AM
Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

17/05/2026 9:21 AM

“Ini langkah yang benar supaya subsidi tepat sasaran. Dengan pemutakhiran data, pengguna diverifikasi ulang sehingga hanya yang berhak yang bisa membeli,” ujarnya, Jumat (03/05/2026).

Menurut Imron, pengawasan terhadap distribusi Biosolar memang perlu diperkuat. Salah satu penyebabnya adalah tingginya selisih harga antara BBM subsidi dengan nonsubsidi seperti Dexlite. Kondisi tersebut dinilai membuka celah bagi pengguna BBM nonsubsidi untuk beralih menggunakan Biosolar.

“Disparitas harga cukup tinggi. Kalau tidak dikontrol, ada potensi pergeseran konsumsi dari pengguna Dexlite ke Biosolar. Ini yang bisa membuat beban subsidi semakin besar,” jelasnya.

Ia juga menyoroti persoalan validitas data pengguna yang selama ini masih menjadi celah penyimpangan. Dalam beberapa kasus, kendaraan pribadi yang tidak masuk kategori penerima subsidi justru masih bisa mengakses Biosolar karena data yang belum diperbarui.

“Ada data yang tidak valid. Misalnya kendaraan pribadi tertentu yang seharusnya tidak berhak, tapi sebelumnya masih bisa membeli. Nah, ini yang sekarang diperbaiki,” katanya.

Meski demikian, Imron mengingatkan agar kebijakan pemutakhiran barcode Biosolar tidak menyulitkan masyarakat yang memang berhak, khususnya pengemudi angkutan barang yang sangat bergantung pada BBM subsidi untuk operasional harian.

Menurutnya, aspek kemudahan layanan harus tetap menjadi perhatian agar proses verifikasi ulang tidak menghambat aktivitas distribusi barang.

“Yang penting, jangan sampai yang berhak justru kesulitan. Sopir truk dan pelaku usaha logistik harus tetap bisa mengakses dengan mudah,” tegasnya.

Baca Juga : Harga BBM Non Subsidi Naik, Sekretariat DPRD Tuban Batasi Kendaraan Dinas

Sebagai upaya mengatasi kendala di lapangan, layanan bantuan atau helpdesk disediakan di berbagai daerah untuk memfasilitasi proses verifikasi ulang barcode. Di Jawa Timur, ratusan titik layanan dibuka untuk membantu pengguna yang mengalami kendala saat transaksi.

Layanan ini memungkinkan pengguna melakukan pembaruan data sekaligus mengaktifkan kembali barcode yang sebelumnya bermasalah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat normalisasi distribusi Biosolar di lapangan.

Di sisi lain, koordinasi antara pelaku usaha angkutan dan pihak terkait juga terus dilakukan. Sejumlah pelaku usaha menyebut kendala barcode yang sempat terjadi mulai berangsur teratasi setelah dilakukan pendataan ulang.

Pemutakhiran data barcode Biosolar ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola distribusi BBM subsidi. Selain menekan potensi penyalahgunaan, langkah tersebut juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan anggaran subsidi energi agar tetap tepat sasaran.

Dengan sistem yang lebih tertib dan data yang diperbarui, distribusi Biosolar diharapkan tidak lagi bocor ke kelompok yang tidak berhak, sekaligus tetap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada BBM subsidi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di  Google News Tugujatim.id

Penulis: Mochamad Abdurrochim

Tags: BBM subsidi
Mochamad Abdurrochim

Mochamad Abdurrochim

Related Stories

Dima Akhyar

Jalan Panjang Dima Akhyar, Dari Jual Motor hingga Direksi PDP Kahyangan Jember

by Mochamad Abdurrochim
01/06/2026 10:33 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Dima Akhyar kini dipercaya menjabat Direktur Umum dan Keuangan PDP Kahyangan Jember. Namun, sebelum masuk jajaran direksi...

Surabaya Vaganza 2026

Surabaya Vaganza 2026 Tetap Meriah Meski Sempat Diwarnai Ancaman Hujan

by Mochamad Abdurrochim
17/05/2026 9:21 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Surabaya Vaganza 2026 berlangsung meriah pada Sabtu malam (16/05/2026) meski sempat dibayangi cuaca mendung dan ancaman hujan....

59 Biksu Thudong di Pasuruan

59 Biksu Thudong di Pasuruan Singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong

by Mochamad Abdurrochim
13/05/2026 10:16 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id – 59 Biksu Thudong di Pasuruan singgah di Klenteng Tjoe Tik Kiong, Kota Pasuruan pada Rabu (13/05/2026). Kedatangan...

Drama Korea underrated

10 Rekomendasi Drama Korea Underrated yang Jarang Dibahas, Tawarkan Cerita Realistis dan Menyentuh

by Mochamad Abdurrochim
04/05/2026 2:46 PM
0

Tugujatim.id – Drama Korea underrated sering kali luput dari perhatian, meski menghadirkan cerita yang lebih realistis dan emosional. Di tengah...

Next Post
Botol Bekas

Botol Bekas Jadi Karya, Ini 8 Ide kreatif yang Bisa Kamu Buat di Rumah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID