Mojokerto, Tugujatim.id – Operasi pencarian wisatawan korban hanyut terseret sungai Banyak Mojokerto, Ari Budi Yuwono dihentikan. Pasalnya pencarian jasad warga Wates, Kota Mojokerto ini telah dilakukan selama tujuh hari, sebagaimana ketentuan. Meski hingga tujuh hari tersebut belum tampak informasi terang perihal keberadaan korban yang merupakan suami almarhumah Ririn Martiningsih.
Radius penelusuran yang dilakukan Tim Search and Rescue (SAR) bahkan telah dikembangkan atau diperluas hingga Dermaga Taman Bahari Tlocor, Sidoarjo. Kendati radius pencarian diperluas hingga radius 20 kilometer korban masih belum ditemukan keberadaan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, upaya pencarian korban melibatkan berbagai pihak. Puluhan personil gabungan dikerahkan mulai dari BPBD Kabupaten Mojokerto, Basarnas Surabaya, personil dari TNI dan Polri, relawan, termasuk PMI hingga masyarakat umum.

“Namun dengan berat hati kami umumkan bahwa upaya pencarian yang berlangsung selama satu pekan ini harus dihentikan per Jumat (16/2/2024) sore. Sebab kami telah bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan standar yang berlaku,” ujar Khakim, Sabtu (17/2/2024).
Walaupun upaya pencarian berhenti sebab Standar Operasional Prosedur (SOP), Khakim menegaskan bahwa pencarian masih bisa berlanjut selama terdapat laporan dari keberadaan korban.
“Kami masih memantau juga, meski mengacu SOP sudah berhenti. Bila ada laporan (keberadaan korban) maka segera lakukan tindakan. Kami juga masih lakukan komunikasi intens dengan pihak-pihak yang membantu selama operasi pencarian,” beber Khakim.
Pemberitaan sebelumnya, pasangan suami istri asal Kota Mojokerto, Ari Budi Yuwono dan Ririn Martiningsih dilaporkan hanyut terseret arus sungai Banyak di Candiwatu, Pacet, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu (10/2/2024). Kedua korban terseret arus sungai akibat debit air bertambah karena hujan deras.
Jasad Ririn kemudian ditemukan pada hari yang sama di Kutoporong, Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Namun jasad Ari Budi masih belum ditemukan hingga satu pekan pencarian.
Salat Gaib dan Tabur Bunga
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro memberikan penghormatan terakhir melalui salat gaib, doa bersama serta tabur bunga pada Jumat (16/2/2024) di Dermaga Taman Bahari Tlocor, Sidoarjo. Upaya pencarian korban telah dilakukan sejak hari pertama dikabarkan hanyut terseret arus sungai. Namun sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) bahwa pencarian dilakukan selama 7 hari.
“Kami mohon maaf karena sesuai SOP pencarian selama 7 hari, kami terus berikhtiar. Sudah kami upayakan yang terbaik dan mungkin ini adalah jalan yang terbaik,” tutur Pj Wali Kota Ali, Sabtu (17/2/2024).

Pj Wali Kota Ali juga turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. “Kami yakin almarhum dan almarhumah meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Kami menyaksikan sendiri banyak yang mendoakan saat di rumah duka,” tambahnya.
Pj Wali Kota Ali juga berharap untuk keluarga korban agar diberikan kesabaran serta kekuatan untuk melanjutkan harapan dan perjuangan dari almarhum dan almarhumah.
“Kepada keluarga yang ditinggalkan mohon untuk tidak patah arang sebab setiap orang mempunyai jalan hidup masing-masing. Tetap yakin bahwa peristiwa ini adalah takdir Ilahi,” tandas Pj Wali Kota Ali.








