JEMBER, Tugujatim.id – Sejumlah sopir truk, pelaku industri, dan pelaku UMKM turun ke kantor DPRD Jember untuk menyampaikan tuntutan agar akses Jalan Rambipuji-Puger segera kembali beroperasi seperti sediakala pada Senin (03/02/2025). Aksi ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi yang sebelumnya dilakukan di gedung Pemkab Jember oleh kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Bersatu.
Dalam unjuk rasa tersebut, para massa menyoroti kondisi jalan yang berlubang dan pembatasan akses yang hanya mengakomodasi truk dengan bobot di bawah 15 ton. Hal ini menurut mereka sangat merugikan sopir truk yang menggantungkan penghasilan dari angkutan barang dengan bobot lebih dari 15 ton.
Baca Juga: Simak! Link Informasi Lokasi Pangkalan Resmi Beli Elpiji 3 Kg Terdekat
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo menjelaskan permasalahan Jalan Rambipuji-Puger memang menjadi keluhan masyarakat. Jalan yang berlubang telah memaksa pemberlakuan batasan hanya untuk truk di bawah 15 ton yang dapat melalui jalan tersebut. Dia menyadari bahwa pemberlakuan tersebut berdampak terhadap para sopir.
Dia juga menjelaskan, meski para pendemo sebelumnya telah mencoba menyampaikan aspirasinya ke pemkab, upaya tersebut tidak direspons dengan baik.
“Mereka sempat mendatangi kantor pemkab untuk menyampaikan aspirasi. Sayangnya, bupati belum memberikan solusi. Bahkan, saat masyarakat mengajukan komplain, Bupati Hendy malah melakukan kunjungan kerja ke PT Imasco,” ujar Ardi pada Senin (03/02/2025).
Melihat situasi tersebut, DPRD Jember berencana segera mengadakan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Dalam agenda pertemuan, mereka akan menemui dinas PU bina marga dan dinas perhubungan guna membahas tuntas permasalahan jalan tersebut.
Dia membocorkan salah satu usulan yang akan disampaikan nanti adalah kenaikan kelas jalan dari kelas III ke kelas I sehingga kondisi jalan bisa diperbaiki dan akses dapat dibuka kembali.
“Persoalan pembatasan akses untuk truk yang bertonase 15 ton ini menjadi kompleks. Sebab, para sopir yang mengendarai truk di atas 15 ton menjadi kehilangan mata pencahariannya. Maka kami akan mencari solusi terbaik untuk semua pihak,” ujar Ardi Pujo Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








