Peresmian Monumen di Bojonegoro, Saksi Bisu Tragedi Jatuhnya Helicopter BO-105 Bolkow NV-406

  • Bagikan
Penandatanganan monumen Memorial Helicopter BO-105 Bolkow NV-406 oleh Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Edwin. (Foto: Dok Pemkab Bojonegoro/Tugu Jatim)
Penandatanganan monumen Memorial Helicopter BO-105 Bolkow NV-406 oleh Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut, Laksamana Muda TNI Edwin. (Foto: Dok Pemkab Bojonegoro/Tugu Jatim)

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Untuk mengenang sejarah tragedi helicopter BO-105 Bolkow NV-406 yang jatuh pada 20 tahun silam, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) mendirikan monumen Memorial Helicopter BO-105 Bolkow NV-406 tepat di tempat kejadian, yaitu di Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (30/03/2021).

Pendirian monumen tersebut sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-65 TNI Angkatan Laut (TNI-AL).

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Komandan Pusat Penerbangan TNI-AL Laksamana Muda TNI Edwin mengatakan bahwa pendirian monumen tersebut untuk mengingatkan masyarakat tentang jasa dan Darmabakti para Prajurit Rajawali Laut Penerbangan TNI-AL BO-105 NV-406 yang telah menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI.

“Mengingatkan kepada masyarakat, terutama pada generasi muda, tentang perjuangan dan pengorbanan para prajurit TNI dalam melaksanakan tugas negara,” ujarnya.

Monumen Memorial Helicopter BO-105 Bolkow NV-406 di Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Dok Pemkab Bojonegoro/Tugu Jatim)
Monumen Memorial Helicopter BO-105 Bolkow NV-406 di Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Dok Pemkab Bojonegoro/Tugu Jatim)

Monumen Memorial Helicopter BO-105 Bolkow NV-406 di Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Dok Pemkab Bojonegoro/Tugu Jatim)

Sebelumnya, pada Senin (21/08/2000), pukul 14.27 WIB, telah gugur empat prajurit Rajawali Laut terbaik dalam kecelakaan Helicopter BO-105 Bolkow NV-406 Puspenerbal usai melaksanakan tugas negara dalam mendukung kegiatan Pengamanan Sidang Tahunan MPR Tahun 2000 di Jakarta.

Dalam penerbangan tersebut dari Semarang kembali ke pangkalan di Surabaya mengalami pendaratan darurat (crash landing). Adapun Prajurit Rajawali Laut penerbang dan crew yang gugur yaitu:

1. Lettu Laut Anumerta Daniel Ferry S. Captain Pilot.
2. Lettu Laut Anumerta Asep Bambang N. Copilot.
3. Sertu Anumerta Priyanto, flight engineer.
4. Sertu Anumerta Dwi Puryanto, mekanik-1.
5. Sdri Ika K, Adik dari Copilot.

Edwin juga mengatakan, crash landing helikopter tersebut dapat diambil hikmah dan pelajarannya agar senantiasa mengedepankan safety culture dalam melaksanakan tugas misi yang diemban.

Selain peresmian monumen tersebut, pihak TNI Angkatan Laut juga memberikan penghargaan kepada Sutiyo selaku pemilik lahan yang digunakan untuk membangun monumen tersebut. (Mila Arinda/ln)

  • Bagikan